Mantan Pembantu Suu Kyi Dibebaskan

Kompas.com - 16/07/2010, 04:43 WIB
Editor

Yangon, Kamis - Mantan pembantu Aung San Suu Kyi, tokoh oposisi prodemokrasi Myanmar, dibebaskan dari penjara, Kamis (15/7), setelah ditahan selama 14 tahun. Pejabat Myanmar mengonfirmasi pembebasan Win Htein dan mengatakan bahwa dia akan dibawa dari penjara di utara Myanmar ke Yangon.

”Win Htein dibebaskan hari ini dari Penjara Kathar. Saya sangat senang atas kebebasan dia, tetapi dia dibebaskan karena masa tahanannya habis,” kata Nyan Win, juru bicara Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi yang telah dibubarkan junta militer Myanmar.

Win Htein (68) telah menjalani masa hukuman selama 14 tahun. Dia dituduh menyediakan informasi yang salah bagi media asing. Dia pernah dibebaskan sebentar tahun 2008 karena menerima amnesti, tetapi ditahan 17 jam kemudian tanpa penjelasan apa pun.

Dalam periode singkat kebebasannya itu, Win Htein memberikan wawancara kepada Democratic Voice of Burma, sebuah stasiun radio gelombang pendek dan situs internet yang berbasis di Norwegia. Democratic Voice of Burma dijalankan oleh aktivis Myanmar di pengasingan.

Saat wawancara, Win Htein mengatakan bahwa dia tidak bisa menerima konstitusi baru yang mengalokasikan 25 persen kursi di kedua kamar parlemen bagi militer. Dia juga tidak bisa menerima bahwa konstitusi baru itu memungkinkan presiden mentransfer kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif kepada para kepala staf gabungan angkatan bersenjata dalam setahun jika negara berada dalam keadaan darurat.

”Jika kami menentang atau melawan konstitusi, kami akan dikirim kembali ke penjara,” katanya.

Win Htein adalah seorang mantan perwira angkatan bersenjata. Dia bergabung dengan partai Suu Kyi saat dibentuk tahun 1988 dan menjabat sebagai asisten pribadi dan pembantu dekat Suu Kyi dan wakilnya, Tin Oo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nasib Suu Kyi belum sebaik mantan pembantunya. Suu Kyi telah menjalani 14 tahun dalam 20 tahun terakhir sebagai tahanan rumah. Partainya memutuskan untuk tidak mengikuti pemilu parlemen yang pertama kali digelar dalam 20 tahun terakhir.(ap/fro)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.