George Soros Temui Presiden SBY

Kompas.com - 10/05/2010, 19:27 WIB
Editormade

JAKARTA, KOMPAS.com — Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pembiayaan perubahan iklim, George Soros, meminta Indonesia membentuk lembaga khusus pengelola dana perubahan iklim internasional. Lembaga ini bertujuan menampung dana yang dimobilisasi dunia internasional untuk membiayai program pencegahan perubahan iklim di sektor kehutanan.

Soros, investor kelas kakap asal Amerika Serikat, menyampaikan hal ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan di Istana Merdeka, Senin (10/5/2010). Presiden Yudhoyono didampingi Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

"Soros mengusulkan Indonesia membentuk lembaga khusus untuk mengelola dana internasional yang dimobilisasi ke Indonesia sebagai upaya dari pencegahan perubahan iklim di sektor kehutanan," kata Menhut seusai pertemuan.

Soros ditunjuk sebagai utusan PBB setelah pembicaraan mengenai pembiayaan dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim mengalami kegagalan pada konferensi perubahan iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, Desember 2009.


Soros mendapat tugas dari PBB memecah kebuntuan itu dan memobilisasi dana negara maju kepada negara-negara pemilik hutan. Selain negara maju, dana yang akan dimobilisasi juga akan datang dari penambahan biaya tiket penerbangan sebesar 5 persen yang mana 2,5 persen di antaranya akan disetor ke lembaga pengelola dana iklim yang dibentuk negara pemungut.

Menurut Zukifli, Soros mengusulkan agar lembaga pengelolaan dana pencegahan perubahan iklim tersebut tidak di bawah pemerintah. Lembaga tersebut juga berisi perwakilan para pemangku kepentingan yang terlibat untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi.

"Lembaga tersebut dibentuk dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perwakilan dari pihak internasional. Dana yang ada bisa digunakan untuk membiayai program-program yang kami jalankan," ujar Zulkifli.

Program yang dimaksud adalah restorasi ekosistem yang terkait dengan pencegahan pembalakan liar, pencegahan kebakaran hutan, pengelolaan lahan gambut, dan pengurangan penggundulan hutan.

Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan Hadi Daryanto menjelaskan, sedikitnya 1,18 juta hektar kawasan hutan yang didominasi lahan gambut layak didanai oleh lembaga baru tersebut. Lahan ini tersebar di Jambi seluas 85.000 hektar, Kalimantan Tengah 565.000 hektar, Kalimantan Barat 39.000 hektar, dan Papua 500.000 hektar.

"Lahan tersebut adalah kawasan hutan yang open access (bekas HPH) sehingga butuh penanganan untuk mencegah pelepasan karbon," ujar Hadi.

Pada konferensi di Kopenhagen, negara-negara maju berkomitmen untuk mengalirkan dana sedikitnya 3,5 miliar dollar Amerika Serikat sampai 2012 terkait pencegahan perubahan iklim. "Indonesia menantang dunia internasional untuk membuktikan komitmennya dalam pencegahan perubahan iklim," tandas Hadi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X