Pemilu "Basi" Tanpa Suu Kyi - Kompas.com

Pemilu "Basi" Tanpa Suu Kyi

Kompas.com - 31/03/2010, 03:35 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Pemerintah Inggris meragukan kredibilitas penyelenggaraan pemilu pertama Myanmar dalam 20 tahun terakhir, yang akan dilangsungkan tahun ini.
  
Dalam pernyataan kantor Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, Selasa (30/3/2010), disebutkan bahwa "tidak ada prospek" terhadap adanya prinsip bebas, jujur, dan inklusif dalam Pemilu Myanmar tersebut. PM Brown mengatakan, junta militer Myanmar telah "menyia-nyiakan" peluang bagi perwujudan rekonsiliasi nasional. Ia juga meminta Pemerintah Myanmar agar mengizinkan Pemimpin Oposisi Aung San Suu Kyi ikut dalam pemilu itu.
  
Awal pekan ini, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) telah menegaskan rencana untuk memboikot pelaksanaan pemilu tersebut sebagai protes atas UU Pemilu baru yang diperkenalkan oleh junta militer. Partai politik Aung San Suu Kyi itu memutuskan tidak mendaftar sebagai peserta pemilu.
   
Keraguan atas kredibilitas Pemilu Myanmar itu sebelumnya juga disuarakan oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS). Keraguan Gedung Putih itu dipicu oleh kekhawatiran jika UU Pemilu disahkan oleh rezim junta militer negeri itu tanpa melibatkan para pemangku kepentingan lain. "Kami mengimbau pihak berwenang Myanmar memulai dialog politik dengan seluruh pemangku kepentingan ...," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Philip Crowley, baru-baru ini.
    
"Dialog politik yang substantif itu merupakan langkah awal menuju penyelenggaraan pemilu yang kredibel tahun ini," katanya.
    
Berkaitan dengan pelaksanaan pemilu pertama dalam 20 tahun terakhir itu, Aung San Suu Kyi yang masih menjalani tahanan rumah mengatakan pada pekan lalu bahwa dia tidak akan menerima pendaftaran partainya karena UU Pemilu menurutnya tidak adil.
    
Pemilu adalah bagian dari tahap ketujuh "Peta Jalan Menuju Demokrasi" Myanmar, termasuk UUD baru kontroversial yang diberlakukan oleh rezim junta militer pasca-referendum yang diadakan beberapa hari setelah bencana angin topan terjadi di negara itu pada Mei 2008.
    
Posisi NLD dilematis. Jika NLD mendaftar berarti partai ini bisa menerima konstitusi baru yang sebelumnya mereka tolak.
    
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi hanyalah satu dari sekitar 2.000 tahanan politik di Myanmar.
    
AS dan Eropa masih menjatuhkan sanksi terhadap negara anggota ASEAN itu karena pelanggaran hak asasi manusia oleh rezim yang berkuasa.


Editorprimus

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X