Mesir Makamkan Syuhada Jilbab - Kompas.com

Mesir Makamkan Syuhada Jilbab

Kompas.com - 08/07/2009, 08:08 WIB

KAIRO, KOMPAS.com-Jasad seorang wanita muslim, yang dibunuh di pengadilan Jerman oleh orang yang dinyatakan bersalah menghina agamanya, telah dipulangkan ke negara asalnya, Mesir, untuk dimakamkan, Selasa (7/7).

Marwa Sherbini (31), ditikam 18 kali oleh Axel W, yang kini ditahan di Dresden, Jerman, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan. Suami korban, Elwi Okaz juga dalam kondisis kritis dirumah sakit. Dia terluka saat mencoba menyelamatkan istrinya.

Sherbini menggugat si pembunuh setelah dia menyebut dia "teroris" karena mengenakan jilbab. Kasus ini menarik perhatian di Mesir dan dunia Muslim. Jaksa penuntut menyatakan, penyerang berusia 28 tahun, yang diidentifikasi sebagai Axel W, terdorong oleh kebencian mendalam terhadap warga asing dan Muslim.

Syuhada

Tim medis gagal menyelamatkan Sherbini yang tengah hamil tiga bulan. Anaknya pertamanya yang berusia tiga tahun menyertai keluarga hadir di pengadilan saat dia dibunuh.

Axel W dan Sherbini dan keluarganya hadir di pengadilan banding atas hukuman denda 750 euro (sekitar Rp 10 juta) karena menghina wanita Mesir tersebut pada tahun 2008. Penghinaan itu tampaknya terkait jilbab yang dia kenanakan.

Koran-koran di Mesir menyatakan kemarahan atas kasus tersebut, dan mereka mempertanyakan bagaimana insiden itu bisa terjadi dan menyatakan Sherbini "syuhada jilbab".

Para pejabat senior Mesir dan staf diplomatik Jerman menghadiri pemakaman almarhumah di kawasan Alexandria di antara ratusan pelayat. Laporan-laporan media menyatakan, Ozka terluka oleh penyerang dan polisi yang melepaskan tembakan di gedung pengadilan.


Editor

Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional

Close Ads X