Karena Uangnya Dicopet, Jalan Kaki 34 Hari

Kompas.com - 11/03/2009, 09:59 WIB
Editor

BEIJING, KOMPAS.com — Seorang pria berjalan kaki pulang ke rumahnya selama 34 hari untuk bergabung merayakan Imlek bersama ibunya yang berusia 70 tahun setelah uangnya dicopet di stasiun kereta.

Seperti dilaporkan Dahe Daily, Selasa (10/3), Li Haitao (30), pekerja pendatang dari Provinsi Henan, China tengah, berjalan sejauh lebih dari 800 kilometer dari Beijing ke Zhengzhou antara 3 Februari dan 9 Maret guna menikmati Hari Raya Musim Semi bersama ibunya.

Jelas sudah sangat terlambat buat Li karena Hari Raya Musim Semi, acara paling penting di China buat reuni keluarga, jatuh antara 25 Januari dan 9 Februari.

Uang sebanyak 2.000 yuan (sekitar Rp 3,5 juta) dicuri dari kantong Li sebelum ia sempat membayar tiket pada 21 Januari di stasiun kereta di Baotou di wilayah otonomi pedalaman Mongolia, China utara, tempat ia bekerja sebagai tukang las.

Kartu tanda pengenal, rekening listrik, dan telepon genggamnya juga ikut dicuri. Ia menghubungi polisi, tapi polisi tak dapat menangkap sang pencuri. Demikian laporan Henan Business News, surat kabar utama lain di ibu kota provinsi Zhengzhou.

Henan Business News melaporkan, pria yang tidak memiliki uang 1 sen pun itu kemudian dikirim ke satu stasiun pertolongan lokal. Li diberi tiket ke Beijing pada 1 Februari. "Saya tiba di Beijing pada 2 Februari. Polisi juga mengirim saya ke stasiun pertolongan," katanya. "Namun, mereka hanya menyediakan makanan dan tempat menginap," kata Li sebagaimana dikutip laporan tersebut.

Setelah menginap di stasiun pertolongan itu selama satu hari, Li memilih untuk jalan kaki pulang ke rumah serta memunguti dan menjual botol air mineral di jalan agar ia memperoleh uang untuk membeli makanan. Ia tidur pada siang hari karena cuaca terlalu dingin bagi dia untuk tidur pada malam hari hanya dengan menggunakan selimut di udara terbuka, demikian laporan Orient Today, surat kabar lain di ibu kota tersebut.

Ia tiba di ibu kota provinsi Zhengzhou pada Senin (9/3) pukul 08.00 ketika polisi menemukan pria dengan rambut acak-acakan itu yang memakai sepatu yang sudah cobak-cabik, kata Orient Today. Polisi memberi dia uang untuk membeli tiket pulang. Secara kebetulan, ia melihat bus ke kota Xinmi dan pengemudinya memberi tumpangan setelah mendengar ceritanya, kata surat kabar tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.