Waduh... Tujuh WNI Ditembak Polisi Malaysia

Kompas.com - 19/06/2008, 17:10 WIB
Editor

KUALA LUMPUR, KAMIS- Polisi Diraja Malaysia kembali menembak mati tiga warga negara Indonesia. Ketiga WNI itu ditembak di kawasan Batu Pahat, Johor Bahru, pada Rabu (18/6) malam, karena diduga telah melakukan perampokan.  Sementara itu, seorang perampok lagi berhasil menyelamatkan diri dan kini sedang menjadi buronan. Ditambah dengan empat WNI yang ditembak dua hari sebelumnya, dalam sepekan ini sudah tujuh WNI tewas ditembak di Malaysia, karena diduga merampok.

Wakil kepala polisi Johor Bahru Tun Hisan Tun Hamzah, Kamis (19/6), menyatakan, sesaat menjelang kejadian polisi sedang melakukan ronda dan melihat empat laki-laki mencurigakan keluar dari perkebunan kelapa sawit ke jalan besar. 

Polisi kemudian menghentikan mobilnya karena melihat mereka sedang membawa barang hasil rampokan. Ketika polisi sedang memberitahukan identitasnya sebagai petugas, keempat orang itu justru langsung menyerang dengan parang. Seorang dari mereka sempat memukul kaca kiri mobil polisi dengan parang.

Demi mempertahankan diri, polisi kemudian melakukan tembakan ke arah tersangka dan menembak mati tiga dari empat lelaki itu, satu orang berhasil melarikan diri.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan dua laptop dan barang-barang berharga lainnya, enam HP, uang tunai 1.290 ringgit  dan uang Rp260.100, dua kulit kerbau hutan, serta tiga bilah parang panjang.  "Dua laptop, barang berharga, empat HP dan sejumlah uang tunai yang ditemui ternyata terbukti barang hasil rampokan di rumah penghulu di Kompleks Penghulu, Batu Pahar, Johor," kata Tun Hisan.  

Tun Hisan mengungkapkan, dua dari empat korban adalah Herman Ali (40), dan Herasapatis (35), sesuai paspor yang mereka pegang. 

Saat ini, jenazah ketiga korban sudah dibawa ke Rumah Sakit  Batu Pahat untuk diautopsi serta disidik jarinya. "Kami juga menemui satu paspor dipercayai milik perampok yang dapat melarikan diri," katanya.

Dua hari sebelumnya, polisi Malaysia juga telah menembak mati empat WNI di dekat pintu tol Simpang Pulai, jalan tol Utara-Selatan, setelah ke empat orang itu merampok keluarga China di desa Ampang sekitar 10 Km dari kejadian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.