Senin, 21 April 2014

News /

Ribuan Orang Diungsikan di Jerman

Minggu, 9 Juni 2013 | 01:49 WIB

Baca juga

BERLIN, SABTU - Banjir terus menimbulkan kekacauan di Eropa tengah. Sekitar 3.000 warga di kota Magdeburg, Jerman bagian timur, terpaksa diungsikan, Sabtu (8/6), setelah permukaan air Sungai Elbe terus naik. Sementara di Hongaria, sekitar 3.000 warga yang tinggal di tepi Sungai Danube juga diungsikan.

Sejauh ini, banjir menyebabkan kekacauan di sedikitnya lima negara di Eropa tengah, yakni Austria, Ceko, Polandia, Slowakia, dan Jerman. Kini air bah bergerak menuju Hongaria melalui aliran sungai terbesar di Eropa, Sungai Danube.

Kantor berita Associated Press menyebutkan, korban tewas akibat banjir ini mencapai sedikitnya 20 orang hari Sabtu. Beberapa orang dilaporkan hilang.

Banjir di Ceko dan Austria mulai surut. Kini warga di wilayah yang terkena banjir dihadapkan pada tugas berat membersihkan tumpukan lumpur tebal.

Namun, di beberapa wilayah yang terletak lebih ke hilir, banjir sedang mencapai puncaknya atau baru akan datang.

Di Jerman, sekitar 120.000 petugas darurat, yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, tentara, serta sukarelawan, dikerahkan untuk menanggulangi dampak banjir paling dramatis dalam satu dasawarsa terakhir itu.

Kantor berita Jerman, DPA, melaporkan, kini warga Negara Bagian Saxony-Anhalt di bagian timur Jerman bersiap-siap menghadapi luapan Sungai Elbe. Hari Sabtu, permukaan sungai naik 2 sentimeter setiap dua jam.

Di kota Bitterfeld, para pasien di sebuah rumah sakit dievakuasi setelah tanggul sungai di dekat rumah sakit tersebut terancam jebol. Di wilayah tempat bertemunya aliran Sungai Elbe dan Sungai Saale, petugas penyelamat mengungsikan sekitar 3.000 warga.

Di kota Muehlberg di Negara Bagian Brandenburg, sekitar 900 tentara dan sukarelawan membuat jalan darurat agar truk-truk pembawa material bisa menuju ke titik-titik tanggul yang perlu diperkuat.

Menunggu puncak

Di Hongaria, warga ibu kota Budapest bersiap-siap menghadapi puncak luapan Sungai Danube yang diperkirakan akan terjadi pada Senin pagi.

Ketinggian air di Sungai Danube yang membelah kota itu mencapai 8,6 meter, Sabtu, atau sudah menyamai rekor tertinggi pada saat banjir tahun 2006. Diperkirakan pada puncak banjir nanti ketinggian air akan mencapai 8,95 meter.

Evakuasi mulai dilakukan di kota Gyorujfalu, sebelah barat laut Budapest, sejak Jumat. Sedikitnya 2.000 orang diungsikan dari kawasan permukiman kota di tepi Sungai Danube itu karena dikhawatirkan tanggul sungai tidak mampu menahan tekanan air.

Sekitar 980 warga lain yang tinggal di sepanjang aliran sungai itu juga diperintahkan untuk mengungsi sebagai tindakan berjaga-jaga. ”Kami akan mempertahankan setiap bagian tanggul dan melindungi setiap orang. Kami tidak akan meninggalkan orang berada dalam bahaya di rumah-rumah mereka,” ujar Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban.

Selain itu, jembatan yang menghubungkan Hongaria dan Slowakia di wilayah Esztergom ditutup, Sabtu pagi, setelah permukaan sungai terus naik. Di kawasan perbatasan kedua negara itu, khususnya di Desa Komarno di Slowakia, tanggul Sungai Danube mulai bocor.

Banjir diperkirakan masih akan terjadi karena hujan deras diperkirakan akan terjadi sepanjang akhir pekan ini. (AP/AFP/Reuters/DHF)


Editor :