Sabtu, 19 April 2014

News / Internasional

Tamu Restoran Keberatan Seporsi Kepiting Harganya Rp 4,8 Juta

Senin, 29 April 2013 | 10:09 WIB

Baca juga

SINGAPURA, KOMPAS.com — Seorang perempuan pengunjung restoran di Singapura kaget bukan kepalang ketika disodorkan tagihan berjumlah 600 dollar Singapura (sekitar Rp 4,8 juta) untuk seekor kepiting.

Asiaone melaporkan, perempuan itu mengalami "serangan jantung" ketika melihat angka 600 dollar tertera di tagihan yang akan dibayarnya. Ia bersantap makan malam dengan enam orang temannya di sebuah restoran seafood di Vivocity, salah satu mall terbesar di Singapura.

Selesai melihat menu, perempuan itu memutuskan untuk memesan Kepiting Raja Alaska dan kemudian menanyakan harganya. Dia diberitahu, harganya 24 dollar Singapura (sekitar 192 ribu) per 100 gram. Ia mungkin  mengira bahwa kepiting yang akan disantapnya tidak akan terlalu besar, maka dia memutuskan untuk memesan porsi 3 kg.

Keributan terjadi saat akan membayar tagihan. Salah satu teman perempuan itu, Winston, menjelaskan bahwa pelayan restoran seharusnya menimbang terlebih dahulu kepiting itu dan memberitahu pengunjung berapa harganya. "Teman saya terlalu sibuk mengobrol sehingga dia mungkin berpikir seekor kepiting tidak akan berharga terlalu mahal."

Pihak restoran menjelaskan, pelayan yang menyuguhkan, Leong Mooi, telah menegaskan bahwa dia sudah memberitahu dengan sangat jelas harga dan menilai seharusnya si pelanggan dapat menghitungnya sendiri. Harga yang diberikan berdasarkan pada harga harian di pasar.

"Saya sudah bekerja selama 35 tahun dan mengerti benar tingkah laku para pengunjung, pada dasarnya beliau sangat terburu-buru dan dia hanya mengiyakan ketika saya menanyakan apakah dia bersedia membayar untuk seekor kepiting 3 kg dengan harga 200 dollar/kg. Bahkan saya mengulangi kembali pesanannya kepada semua yang ada di meja," jelas Leong.

Pakar kuliner menilai, harga itu sebenarnya masuk akal karena Kepiting Raja Alaska merupakan kepiting dengan rasa terlezat di dunia sehingga wajar-wajar saja jika harganya relatif mencekik leher.


Penulis: Kontributor Singapura, Ericssen
Editor : Egidius Patnistik