Kamis, 10 Juli 2014

News / Internasional

SURIAH

Dua Pengusaha Suriah Bantah Kelola Aset Assad

Kamis, 11 April 2013 | 15:36 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com - Dua orang pengusaha Suriah, Kamis (11/4/2013), membantah kabar Wikileaks bahwa mereka terlibat dalam pengelolaan aset dan kekayaan Presiden Suriah Bashar al-Assad di dalam dan di luar negeri.

Menurut kawat Kedutaan Besar AS pada 2008 yang dipublikasikan Wikileaks belum lama ini, kedua pengusaha itu, Zuhair Sahloul dan Nabil al-Kuzbari bekerja bersama paman Assad, Mohammed Makhlouf dan mertua Assad, Fawaz al-Akhras untuk menjalankan berbagai bisnis untuk kepentingan Assad dan keluarganya.

Masih menurut kawat Kedubes AS itu, Zuhair Sahloul adalah tokoh kuat dipasar uang gelap Suriah. Pemerintah bahkan memberi Sahloul ruang kerja di Bank Sentral Suriah. Dari sana Sahlou bekerja mempersiapkan devaluasi mata uang negeri itu pada 2005.

Dalam hitungan pekan, Sahloul saat itu mengumpulkan keuntungan dari nilai ata uang sebesaer 20 persen. Dia menghasilkan banyak uang bagi rezim dan dirinya sendiri.

Sahloul juga bertugas mengelola uang milik Presiden Assad lewat kontak-kontaknya di seluruh dunia, yang memungkinkan Sahloul mengirim 10 juta dollar uang Assad ke tempat manapun di dunia dalam 24 jam.

Namun, Sahloul membantah semua tudingan terhadap dirinya itu. Dia menyebut perannya di pemerintahan Assad hanyalah sekaran "penasihat" yang menyediakan laporan harian terkait situasi pasar ke bank sentral Suriah.

Sementara itu, Mohammed Maklouf, paman Assad dari garis ibu, disebut dalam kawat Kedubes AS itu sebagai seorang "dalang korupsi". Dokumen itu menyebut Makhlouf memberikan izin pendirian penyedia jasa sambungan telepon genggam pertama di Suriah, Syriatel, kepada putranya Rami.

Sedangkan pengusaha lainnya nabil al-Kuzbari dijuluki sebagai "raja dokumen". Bisnisnya berpusat di Vienna, Austria dan dia memiliki hubungan dekat dengan Mohammed Makhlouf.

Kuzbari memainkan peranan penting dalam membuat sejumlah politisi Eropa menjalin hubungan dekat dengan Assad. Kuzbari menggunakan bisnisnya dan koneksi para pejabat bank di Eropa untuk mentrahsfer aset-aset Assad ke luar Suriah.

"Saya tak memiliki hubungan apapun dengan rezim Suriah atau rezim lainnya. Saya juga tak memiliki hubungan dengan kelompok oposisi dan pemerintah Suriah. Saya seorang pebisnis yang peduli dengan rakyat dan bangsa saya," uajr Kuzbari.

Fawaz al-Akhras, mertua Assad, dikenal sangat aktif dalam berbagai sektor bisnis. Dia meggunakan hubungan keluarganya dengan Assad utuk melebarkan pengaruhnya.

Jika menelusuri aktivitas akun bank milik Akhras, maka akan terlihat ada uang dalam jumlah besar yang ditransfernya. Ini mengkonfirmasikan tentang peran Akhras dalam operasi 'menghilangkan' uang Assad dalam jumlah besar.

 


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: