Jumat, 29 Agustus 2014

News / Internasional

WABAH

China Tahan Penyebar Isu Flu Burung

Rabu, 10 April 2013 | 20:55 WIB
BEIJING, KOMPAS.com - Aparat keamanan China telah menahan sedikitnya 12 orang karena menyebarkan isu flu burung, Rabu (10/4/2013). Pemerintah China memang sedang berusaha mengendalikan kepanikan bersamaan dengan meningkatnya kasus penularan penyakit ini.

"Perbuatan mereka membuat kepanikan di antara warga negara," kata seorang petugas polisi terkait penangkapan sejumlah orang itu.

Sejak diumumkan pekan lalu, sebanyak sembilan orang warga China meninggal dunia akibat tertular virus H7N9. Bahkan pada Rabu, pemerintah China mengumumkan lagi lima kasus baru.

Di sisi lain, sejumlah media juga mengabarkan seorang bocah empat tahun di Shanghai telah diperkenankan pulang dari rumah sakit setelah dirawat akibat tertular virus H7N9. Dia adalah orang pertama yang berhasil disembuhkan dari wabah ini.

Bocah laki-laki yang tak disebutkan identitasnya itu, didiagnosa tertulah H7N9 pada 4 April, tiga hari setelah menderita demam.

Para dokter mengatakan kesembuhan bocah ini menunjukkan bahwa penyakit itu bisa disembuhkan jika cepat didiagnosa. Media China mengabarkan untuk menghindarkan efek samping, para dokter tidak memberikan obat antivirus dalam dosis besar untuk bocah tersebut.

Pemerintah China mengatakan hingga saat ini mereka belum menemukan penyebab menyebarnya virus ini meski diyakini virus itu 'melompat' dari unggas kemungkinan besar ayam, burung dara, dan burung puyuh ke manusia.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sejauh ini belum ditemukan bukti bahwa H7N9 bisa ditularkan dari manusia ke manusia, sehingga kemungkinan timbulnya pandemi masih snagat kecil.

 


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: