Minggu, 21 Desember 2014

News / Internasional

Inspirasi

Kembalikan Cincin, Tunawisma Dapat Uang Rp 1,5 Miliar

Selasa, 26 Februari 2013 | 10:35 WIB

KANSAS CITY, KOMPAS.com — Perbuatan baik pasti berbuah baik. Itulah yang terjadi pada Billy Ray Harris, seorang tuna wisma di Kansas City, AS. Billy Ray tak lama lagi akan menerima uang tunai sebesar lebih dari 100.000 dolar AS atau hampir Rp 1 miliar.

Uang sebesar itu menjadi imbalan Billy Ray setelah dia mengembalikan sebuah cincin pertunangan milik seorang perempuan yang terjatuh ke dalam cangkirnya awal bulan ini.

Tunangan Sarah Darling begitu berterima kasih kepada Billy Ray. Dia lalu membuat sebuah situs yang isinya mencari donasi bagi si tuna wisma jujur itu.

Hasilnya luar biasa, hingga Senin (25/2/2013), sudah 6.000 orang mendonasikan uangnya dengan total sebesar 145.000 dolar AS atau hampir Rp 1,5 miliar.

"Peristiwa ini membuat kami sadar bahwa masih banyak orang baik di luar sana," kata  Sarah.

Bagaimana cincin pertunangan Sarah bisa terjatuh? Ternyata hari itu Sarah melepasnya dan menaruhnya bersamaan dengan uang-uang koin. Saat dia ingin memberikan sejumlah koin kepada Billy Ray ternyata cincin itu secara tak sengaja ikut terbawa.

Billy Ray yang menemukan cincin di cangkirnya tentu saja sangat terkejut.

"Cincin itu sangat besar dan saya tahu itu cincin asli dan mahal," kata Billy Ray.

Keesokan harinya, Sarah sangat kebingungan saat mengetahui cincin pertunangannya hilang. Dia lalu kembali ke tempat Billy Ray biasa "mangkal" dan bertanya apakah Billy Ray menemukan benda berharga.

"Apakah itu sebuah cincin? Dia menjawab 'Ya'. Lalu saya katakan, saya masih menyimpannya," ujar Billy Ray.

Sarah sangat gembira bisa menemukan kembali cincinnya. Dia lalu memberikan semua uang di dalam dompetnya kepada Billy Ray.

"Itu seperti sebuah keajaiban. Awalnya saya yakin tak akan bisa mendapatkan kembali cincin itu," kenang Sarah.

Lalu kenapa seorang tunawisma miskin seperti Billy Ray memilih tidak langsung menjual cincin yang diyakininya sangat mahal itu? Ternyata alasannya sangat sederhana. Billy Ray masih memegang teguh ajaran sang kakek.

"Kakek saya seorang pendeta. Dia membesarkan saya sejak saya berusia enam bulan. Dan saya masih ingat semua ajarannya,"  ujarnya.

 


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: