Kamis, 27 November 2014

News / Internasional

Kurikulum

"Bocah Ingusan" Harus Bisa Golf

Sabtu, 9 Juni 2012 | 20:00 WIB

KOMPAS.com — Diameter arena bermain golf itu cuma dua meter. Komplet dengan karpet hijau, wahana itu menjadi tempat pelajaran wajib bermain golf bagi siswa taman kanak-kanak di Zhuhai, Provinsi Guangdong, selatan China. Menurut warta Xinhua pada Sabtu (9/6/2012), tak ada pungutan biaya bagi "bocah-bocah ingusan" itu untuk bermain golf.

Adalah Asosiasi Sekolah Golf Zhuhai yang menggagas ide ini. Asosiasi itu sendiri sudah mendirikan Klub Pusat Olah Raga Golf. 

Menurut Liu Tie, pejabat pemerintahan setempat yang mengurusi perkembangan industri dan pariwisata, golf bakal menjadi industri penting di Zhuhai. Kota Zhuhai yang berbatasan dengan Makau di Sungai Mutiara memang berkembang menjadi kota pantai dengan laju pertumbuhan industri yang pesat. Di tempat itu, lalu lalang uang memang terbilang gencar. Makanya, banyak warga kaya muncul di tempat tersebut. "Biarkan anak-anak belajar bermain golf sejak dini," katanya.

Kendati begitu, mayoritas warga China masih memandang golf sebagai olahraga kalangan berharta. Soalnya, selain membutuhkan lahan luas, fasilitas bermain golf termasuk mahal harganya. Pada 2006, muncul perdebatan serius lantaran Universitas Xiamen memperkenalkan mata kuliah bermain golf kepada mahasiswanya.


Penulis: Josephus Primus
Editor : Josephus Primus