Minggu, 23 November 2014

News / Internasional

Mantan PM Jepang Ditanyai Soal Fukushima

Senin, 28 Mei 2012 | 14:17 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan akan memberikan keterangan kepada komisi di parlemen yang tengah menyelidiki penanganan krisis bencana tsunami di Fukushima.

Pertanyaan terhadap Kan akan difokuskan pada bagaimana respon awal pemerintahannya sesaat setelah tsunami terjadi yang kemudian membuat tiga reaktor nuklir di Fukushima mengalami kebocoran. Sebelumnya sejumlah pertanyaan serupa telah diajukan oleh anggota panel komisi itu kepada sejumlah anggota DPR dan ahli dalam industri nuklir.

Komisi ini diharapkan akan selesai bekerja dan menyampaikan laporannya pada bulan Juni mendatang.

Sejumlah keterangan menarik telah muncul dari keterangan sejumlah pejabat pemerintahan dalam menangani krisis akibat dampak tsunami di Fukushima.

Pada hari Minggu (27/05) Menteri Perdagangan dan Industri, Yukio Edano yang saat bencana itu terjadi menjadi juru bicara pemerintah Jepang mengatakan tidak ada sedikit pun upaya untuk menyesatkan publik berkaitan dengan dampak krisis yang cukup parah ini.

Dia mengatakan pemerintah saat itu memang tidak memahami luasnya dampak dari kerusakan reaktor nuklir yang ada itu.

Edano dalam penjelasannya kepada komisi pemeriksa itu juga mengatakan pemerintah Jepang telah menolak permintaan AS untuk menempatkan ahli nuklirnya di kantor perdana menteri.

Penolakan ini menurutnya terkait dengan soal kedaulatan Jepang.

Dampak lanjutan

Naoto Kan dalam sesi tanya jawab hari ini kemungkinan memang akan dicecar dengan sejumlah pertanyaan penanganan awal pasca bencana tsunami di Fukushima.

Wartawan BBC di Tokyo, Roland Buerk mengatakan Kan sempat dikritik bersikap ragu pada awal penanganan bencana namun belakangan justru ingin campur tangan lebih banyak.

Buerk juga menyebut tidak adanya sikap saling percaya antara Kan, birokrat dan perusahaan operator pengelola reaktor itu, Tepco telah menghambat jalannya operasi penanganan dampak bencana lanjutan dari bocornya reaktor nuklir.

Tepco telah mengatakan bahwa reaktor yang terdapat pada Fukushima Daiichi telah berjalan dengan stabil. Meski demikian sejumlah pemerhati masih mengkhawatirkan penanganan pada kolam tempat bahan bakar pada bagian atas gedung reaktor nomor empat yang mengalami kerusakan.

Sejumlah petugas mengingatkan jika gedung itu runtuh akan mengakibatkan bencana lain yang tidak kalah besar.

Namun Tepco telah menyakinkan bahwa bagian itu telah dibereskan dan dibangun lebih kuat untuk menghadapi ancaman gempa yang mungkin bisa muncul lagi.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: