China Terima Tokoh-tokoh Krisis Suriah
- Penulis :
- Josephus Primus
- Jumat, 4 Mei 2012 | 21:07 WIB
Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menambah jumlah pemantau di Suriah. | BBC Indonesia
KOMPAS.com - Kepala Liga Arab, yang telah memainkan peran kunci dalam menengahi krisis Suriah, Jumat (4/5/2012) tiba di China untuk melakukan pembahasan dengan para pejabat tinggi, kata kementerian luar negeri China.
Nabil al-Arabi tiba di pusat komersial Shanghai dan akan melakukan perjalanan ke Beijing pada Senin untuk bertemu dengan para pejabat China, termasuk Menteri Luar Negeri Yang Jiechi, kata seorang juru bicara sebagaimana warta Xinhua.
"Kedua belah pihak akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam mengenai permasalahan Suriah," kata juru bicara kementerian luar negeri Liu Weimin.
China pada Minggu juga akan menjadi tuan rumah bagi pemimpin oposisi Suriah Burhan Ghalioun, yang akan bertemu dengan para pejabat kementerian luar negeri, kata Liu.
Beijing secara tradisional mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, tetapi Liu mengatakan, China juga telah melakukan kontak dengan pihak oposisi di negara itu. "China siap untuk terus memainkan peran positif dan konstruktif untuk resolusi damai adil dan tepat bagi masalah Suriah sejak awal," katanya.
China dan Rusia keduanya mendapat kritik internasional pada awal tahun ini karena memveto dua resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai krisis Suriah. Kedua negara sejak itu mendukung utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan yang berupaya untuk membawa perdamaian ke Suriah dalam bentuk proposal enam pasal yang disepakati oleh Damaskus yang mencakup gencatan senjata dan penarikan pasukan.
Pekan lalu, Arabi menuntut penyebaran lebih cepat para pengamat PBB di Suriah untuk memantau gencatan senjata yang rapuh.
China mengatakan bulan lalu pihaknya mempertimbangkan akan mengirim pengamat sebagai bagian dari prakarsa PBB.
Nabil al-Arabi tiba di pusat komersial Shanghai dan akan melakukan perjalanan ke Beijing pada Senin untuk bertemu dengan para pejabat China, termasuk Menteri Luar Negeri Yang Jiechi, kata seorang juru bicara sebagaimana warta Xinhua.
"Kedua belah pihak akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam mengenai permasalahan Suriah," kata juru bicara kementerian luar negeri Liu Weimin.
China pada Minggu juga akan menjadi tuan rumah bagi pemimpin oposisi Suriah Burhan Ghalioun, yang akan bertemu dengan para pejabat kementerian luar negeri, kata Liu.
Beijing secara tradisional mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, tetapi Liu mengatakan, China juga telah melakukan kontak dengan pihak oposisi di negara itu. "China siap untuk terus memainkan peran positif dan konstruktif untuk resolusi damai adil dan tepat bagi masalah Suriah sejak awal," katanya.
China dan Rusia keduanya mendapat kritik internasional pada awal tahun ini karena memveto dua resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai krisis Suriah. Kedua negara sejak itu mendukung utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan yang berupaya untuk membawa perdamaian ke Suriah dalam bentuk proposal enam pasal yang disepakati oleh Damaskus yang mencakup gencatan senjata dan penarikan pasukan.
Pekan lalu, Arabi menuntut penyebaran lebih cepat para pengamat PBB di Suriah untuk memantau gencatan senjata yang rapuh.
China mengatakan bulan lalu pihaknya mempertimbangkan akan mengirim pengamat sebagai bagian dari prakarsa PBB.
Editor : Josephus Primus
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Gejolak di Suriah
Gejolak di Suriah
Berita Terkait
Topik Pilihan:
Rabu, 19 Juni 2013 | 22:05 WIB
Korea Utara Bantah Kim Jong Un Sebarkan Ideologi Nazi
Rabu, 19 Juni 2013 | 20:06 WIB
Banjir dan Longsor di India Tewaskan 130 Orang
index
AS Akan Buka Pembicaraan Damai dengan Taliban
Rabu, 19 Juni 2013 | 10:21 WIB
Samoa Air Buka 'Kelas XL' untuk Penumpang Bertubuh…
Selasa, 18 Juni 2013 | 14:03 WIB
Perempuan Australia Beraksen Perancis setelah Kecelakaan Mobil
