Jumat, 19 September 2014

News / Internasional

Osama "Ingin Tembak" Pesawat Presiden Obama

Jumat, 4 Mei 2012 | 00:32 WIB

Osama bin Laden menginginkan Al Qaeda terus memusatkan perhatian untuk menyerang Amerika Serikat, yang ia sebut sebagai tujuan utama kelompok yang ia pimpin.

Keinginan Bin Laden tersebut terungkap dalam surat yang ditemukan pasukan khusus militer AS di rumahnya di Pakistan, sesaat setelah pemimpin Al Qaeda ini tewas, yang diumumkan badan riset akademi militer AS, Kamis (3/5).

Dalam surat tersebut Bin Laden mengangkat kemungkinan Al Qaeda menyerang pesawat Presiden Barack Obama ketika berkunjung ke Afganistan.

Menurut Bin Laden, Wakil Presiden AS Joe Biden tidak akan siap menggantikan Obama sebagai presiden.

Surat Bin Laden ini adalah satu dari 17 dokumen yang bisa diakses oleh umum, setahun setelah Bin Laden tewas di tangan anggota pasukan khusus militer AS.

Dokumen ini terdiri dari surat dan komunikasi elektronik setebal 175 halaman, tertanggal akhir 2006 hingga April tahun lalu, sesaat sebelum Osama bin Laden tewas.

Frustrasi

Pasukan khusus AS menemukan tidak kurang dari 6.000 dokumen di rumah Bin Laden di Abottabad, Pakistan.

Para peneliti di akademi militer AS mengatakan, dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa Osama bin Laden frustrasi dengan kelompok-kelompok jihad regional.

Dia mengaku tak bisa mengontrol tindakan kelompok-kelompok jihad ini.

Terungkap pula bahwa Osama bin Laden menyambut baik gerakan demokrasi di negara-negara Arab.

Namun, di tengah gerakan ini Bin Laden mengingatkan para pendukung Al Qaeda untuk terus menyerang AS, antara lain dengan menembak pesawat Presiden Obama.

Wartawan BBC di Washington, Steve Kingstone, mengatakan bahwa Washington ingin dunia mengetahui rencana-rencana Al Qaeda.

"Bahwa organisasi yang makin lemah ini masih merencanakan berbagai serangan," kata Kingstone. 


Editor : Reza Wahyudi
Sumber: