Kamis, 2 Oktober 2014

News / Internasional

Video Tentara Suriah Siksa Pemberontak

Senin, 9 April 2012 | 11:31 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com - Sebuah rekaman video, yang diduga memperlihatkan para tentara Suriah memukuli seorang pemberontak anti-pemerintah di pinggiran ibukota negara itu di Damaskus, telah beredar. Tanyangan itu sangat mengganggu. Video yang terungkap Minggu (8/4/2012) itu belum diverifikasi.

Video itu menunjukkan seorang pria, diduga aktivis, berbaring telungkup di lantai yang berdebu. Tangannya berada di belakang punggungnya dan tiga orang lainnya -dua dari mereka mengenakan seragam- berdiri di atas leher dan punggung orang itu. Ketiga orang itu menendang dan memukuli orang yang telungkunp itu dengan tongkat kecil.

Gambar video tersebut ditemukan kantor berita AFP saat kesepakatan perdamaian yang diperantarai PBB untuk Suriah tampaknya ambruk. Pemerintah Presiden Bashar Al Assad membuat permintaan baru bahwa lawan-lawannya harus memberikan 'jaminan tertulis' untuk meletakkan senjata sebelum pasukan rezim itu menarik diri dari kota-kota. Permintaan baru Assad itu dengan segera ditolak oleh kelompok pemberontak utama di negara itu.

Perkembangan itu terjadi di tengah klaim bahwa pertempuran sengit selama seminggu lalu telah menyebabkan 1.000 orang tewas.

Kesepakatan damai itu, yang diperantarai PBB dan utusan Liga Arab Kofi Annan, seharusnya mulai berlaku Selasa. Kesepakatan itu akan membuka jalan bagi perundingan untuk mengakhiri krisis di negara itu, yang berdasarkan perkiraan PBB telah menewaskan 9.000 orang.

Annan pekan lalu mengatakan, Presiden Suriah telah menerima rencana itu dan pasukan pemerintah akan ditarik dari pusat-pusat perkotaan.

Namun hari Minggu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah, Jihad Makdessi, memberikan persyaratan baru bahwa oposisi harus membuat persetujuan tertulis untuk menghentikan kekerasan dalam segala bentuk dan kesiapan mereka untuk meletakkan senjata.

Komandan Tentara Suriah Bebas (FSA), Riad al-Asaad, mengatakan, kelompoknya siap untuk mematuhi perjanjian Annan. Namun pihaknya menolak permintaan baru yang sepihak dari pemerintah. "FSA tidak mengakui rezim Suriah dan untuk alasan itu kami tidak akan memberikan jaminan," kata Riad Al Asaad. Ia menambahkan, pemerintah harus menarik pasukannya ke barak dan memindahkan pos-pos pemeriksaan dari jalan-jalan.

Kesepakatan perdamaian Annan menyerukan pasukan pemerintah menarik diri dari wilayah-wilayah padat penduduk pada hari Selasa, diikuti dengan gencatan senjata penuh oleh kedua belah pihak pada pukul 6 pagi pada hari Kamis.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, pasukan Suriah telah meningkatkan serangan-serangan di kota-kota yang bergolak, dan para aktivis mengatakan sejumlah warga sipil telah tewas setiap hari - minimal 100 orang pada hari Sabtu saja.

Annan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 'eskalasi kekerasan saat ini tidak dapat diterima'.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: