Periksa Segera Keretakan Airbus A380 - Kompas.com

Periksa Segera Keretakan Airbus A380

Pieter P Gero
Kompas.com - 20/01/2012, 22:36 WIB

PARIS, KOMPAS.com -- Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA), Jumat (20/1/2012), merekomendasikan pemeriksaan atas setengah dari jumlah pesawat superjumbo Airbus A380 yang sedang beroperasi. Rekomendasi itu menyusul ditemukannya keretakan baru pada bagian sayap pesawat raksasa itu.

"Jika tak bisa dideteksi atau diperbaiki, kondisi ini berdampak potensial pada struktur keseluruhan pesawat," demikian pernyataan EASA.

Pemeriksaan ini penting terutama atas pesawat Airbus A380 yang sering terbang. Sumber yang dekat dengan masalah ini mengemukakan, mereka menuntut pemeriksaan atas sembilan dari 67 unit pesawat A380 yang beroperasi diseluruh dunia dalam waktu empat hari. Sementara itu, 21 pesawat Airbus A380 lainnya diharuskan diperiksa dalam enam pekan.

EASA mengungkapkan, gejala baru dari keretakan itu kian signifikan dibanding keretakan sebelumnya yang ditemukan pada kaki rusuk sayap.

Pesawat Airbus A380 terdiri dari dua lantai, berbadan lebar dan digerakkan oleh empat mesin jet. Pesawat ini diproduksi perusahaan konsorsium negara-negara Eropa, Airbus yang bermarkas di Perancis.

Airbus A380 merupakan pesawat penumpang terbesar di dunia. Banyak bandara di dunia harus memodifikasi garbarata dan bandaranya untuk bisa menerima kedatangan Airbus A380.

Pesawat yang didesain untuk menaklukkan dominasi Boeing 747 dalam produksi pesawat berbadan lebar, melakukan penerbangan perdana 27 April 2005. Pesawat ini melakukan penerbangan komersial perdana Oktober 2007 oleh Singapore Airlines.

Airbus A380-800 memiliki luas kabin 478 meter persegi, 49 persen lebih luas dari luas yang disediakan pesawat yang ada sebelumya. Boeing 747-400 hanya memiliki luas 321 meter persegi.

Airbus A380 bisa membawa 525 penumpang dalam tiga kelas, atau 853 penumpang jika seluruhnya kelas ekonomi. Pesawat ini bisa terbang sejauh 15.400 kilometer atau dari New York ke Hong Kong dengan kecepatan 900 kilometer per jam.

PenulisPieter P Gero
EditorNasru Alam Aziz
Terkini Lainnya
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Megapolitan
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Megapolitan
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Megapolitan
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Regional
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Megapolitan
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
Regional
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Internasional
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Regional
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Nasional
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Megapolitan
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Nasional
Pengebom Manchester 'Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Pengebom Manchester "Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Internasional
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Megapolitan
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Regional
Mereka yang Gugur karena Ledakan Bom di Kampung Melayu...
Mereka yang Gugur karena Ledakan Bom di Kampung Melayu...
Megapolitan

Close Ads X