Jumat, 21 November 2014

News / Internasional

Fidel Castro: Presiden AS Sebaiknya Robot

Rabu, 11 Januari 2012 | 09:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com —Tokoh revolusi dan mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro (85), mengatakan, Amerika Serikat sebaiknya dipimpin oleh robot saja sehingga dunia akan menjadi lebih aman dan lebih baik. Sindiran itu dilontarkan Castro terkait berbagai masalah yang dihadapi dunia dewasa ini, termasuk pemanasan global, di tengah persaingan perebutan kursi presiden AS saat ini yang tidak diikuti oleh satu pun kandidat yang layak memimpin AS, menurut Castro.

”Bukankah barangkali sudah jelas bahwa hal terburuk dari yang terburuk saat ini adalah ketiadaan sebuah robot di Gedung Putih yang mampu memerintah AS dan mencegah perang yang akan menamatkan spesies kita?” tutur Castro dalam artikel Reflections by Comrade Fidel: The Best President for The United States.

Artikel tersebut bertanggal 8 Januari 2012 dan diedarkan oleh Kedutaan Besar Kuba di Jakarta, Selasa (10/1/2012).

Castro, yang memimpin revolusi komunis di Kuba pada 1959, sudah lama menjadi musuh AS. Ia terus menulis kritik tentang berbagai kebijakan AS meski ia sudah lengser dari posisi Presiden Kuba sejak 2008 dan digantikan oleh adiknya, Raul Castro.

Dalam tulisan terbarunya itu, Castro menyebut Presiden AS Barack Obama sebagai ”tukang merangkai kata-kata” yang masih terlalu jauh dari perwujudan mimpi Martin Luther King Jr. ”Bagi Obama, mimpi-mimpi Martin Luther King Jr masih bertahun-tahun cahaya lebih jauh daripada jarak planet Bumi dengan planet terdekat yang bisa dihuni manusia,” ungkap Castro.

Yang lebih buruk lagi, kata Castro, adalah para kandidat calon presiden AS dari Partai Republik (yang oleh Castro disebut sebagai ”Republican Congressmen”) dan para pemimpin gerakan ultrakonservatif Tea Party. Mereka, kata Castro, ”mengusung lebih banyak senjata nuklir di punggung mereka daripada gagasan perdamaian di dalam kepala mereka”.

Castro mendapat gagasan AS dipimpin oleh sebuah robot itu setelah membaca artikel ilmiah tentang penemuan kabel listrik nano yang puluhan ribu kali lebih tipis dari sehelai rambut di majalah ilmiah Science, pekan ini. Penemuan para ilmuwan dari University of New South Wales, Australia itu, sangat penting dalam pengembangan komputer kuantum, sebuah mesin yang mampu mengolah sejumlah besar informasi hanya dalam waktu beberapa detik.

”Saya yakin 90 persen pemilih terdaftar di AS, terutama warga keturunan Hispanik, Afrika-Amerika, dan masyarakat kelas menengah yang menjadi miskin dan jumlahnya makin banyak, akan memberikan suaranya kepada robot ini,” sindir Castro.


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Nasru Alam Aziz