Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 19:38 WIB
Tragedi Rawagede
Belanda Akhirnya Meminta Maaf
| Egidius Patnistik | Jumat, 9 Desember 2011 | 15:16 WIB
|
Share:

BBC
Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Tjeerd de Zwaan, Jumat (9/12/2011), ketika menyampaikan permohonan maaf atas nama pemerintah Belanda kepada keluarga korban pembantain tentara Belanda di Rawagede pada tahun 1949.

TERKAIT:

KARAWANG, KOMPAS.com — Pemerintah Belanda, Jumat (9/12/2011), akhirnya meminta maaf atas pembantaian yang dilakukan tentaranya di Rawagede, Karawang, pada 1947, ketika Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Setelah enam dekade menunggu, keluarga korban akhirnya mendapatkan permintaan maaf resmi dari negara Belanda itu.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Tjeerd de Zwaan, menyampaikan permohonan maaf itu dalam sebuah upacara di Desa Balongsari (dulu dikenal sebagai Rawagede), Karawang, Jawa Barat, yang merupakan lokasi pembantaian yang menewaskan sedikitnya 150 orang menurut versi Belanda, tetapi sekitar 430 orang menurut versi Indonesia. Ia meminta maaf dalam bahasa Inggris dan Indonesia. "Atas nama Pemerintah Belanda, saya minta maaf atas tragedi yang terjadi di Rawagede pada 9 Desember 1947," katanya. Sejumlah anggota keluarga korban pun menangis.

De Zwann mengatakan, pembantaian itu merupakan sebuah tragedi. Ia berharap permintaan maaf secara resmi itu akan memungkinkan keluarga korban untuk menutup sebuah bab yang sangat sulit dalam hidup mereka.

Pada awal tahun ini, sebuah pengadilan di Belanda memerintahkan pemerintah untuk membayar kompensasi kepada keluarga korba pembunuhan itu. Kasus ini diajukan oleh keluarga para korban yang tewas. Sejumlah laporan mengatakan, Belanda akan membayar 20.000 euro kepada keluarga korban. Namun, para pengacara mengatakan, angka pastinya sedang dinegosiasikan.

Belanda sebelumnya telah menyatakan penyesalan atas pembantaian itu, tetapi tidak pernah secara resmi meminta maaf.

Belanda tidak segera mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Belanda berupaya mempertahankan cengkeramannya terhadap daerah jajahannya melalui serangkaian aksi militer. Negara itu baru mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1949.

Sumber :
AP,BBC