Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Internasional

ANCAMAN

Hillary Clinton Anggap Remeh Khadafy

Sabtu, 2 Juli 2011 | 23:09 WIB

Terkait

KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton justru menganggap remeh ancaman pemimpin Libya Moammar Khadafy. Bahkan, sebagaimana warta AP dan AFP pada Sabtu (2/7/2011), Clinton mengatakan kalau Khadafy harus berhenti mengancam Eropa. "Dia harus mundur," kata Hillary.

"Khadafy harus menempatkan kepentingan rakyatnya lebih dulu," imbuhnya.

Sebelumnya, Khadafy memang mengancam akan menyerang rumah, kantor, dan keluarga orang Eropa jika NATO tak menghentikan pengeboman terhadap Libya.

Sementara, NATO sedang melaksanakan resolusi PBB melindungi warga sipil dari pasukan pendukung Moammar Khadafy.

"Misi pimpinan NATO berjalan sesuai rencana. Tekanan terhadap Khadafy semakin berat dan oposisi semakin kuat dan mendapatkan momentum. Kita harus menyelesaikan ini dan kami semua sepakat," kata Hillary di Madrid.

Editor : Josephus Primus