Warga AS Rayakan Kematian Bin Laden - Kompas.com

Warga AS Rayakan Kematian Bin Laden

Kompas.com - 02/05/2011, 16:04 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Warga AS dan sejumlah pemimpin dunia menyambut gembira berita tewasnya Osama bin Laden di rumah persembunyian di Pakistan, Minggu (1/5/2011), dalam sebuah serangan pasukan khusus AS.

Kabar tewasnya Bin Laden dalam hitungan menit telah mengundang ribuan warga Washington berkumpul di luar Gedung Putih. Mereka merayakan berita itu dengan melambai-lambaikan bendera Amerika, menyanyikan lagu kebangsaan, dan meneriakkan yel-yel seperti "USA! USA!".

Sebelum Presiden Barack Obama secara resmi mengumumkan kematian Bin Laden dalam sebuah pidato yang dilukiskan dramatis, televisi AS telah memberikan semacam woro-woro bahwa Obama akan segera mengumumkan kematian itu dalam pidato di televisi. "Malam ini, saya dapat melaporkan kepada rakyat Amerika dan kepada dunia bahwa Amerika Serikat telah melakukan sebuah operasi yang menewaskan Osama bin Laden, pemimpin Al Qaeda dan seorang teroris yang bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan laki-laki, perempuan, dan anak-anak tak bersalah," demikian Obama memulai pidatonya.

Warga New York juga berkerumun dan bersorak-sorai di Ground Zero, lokasi di mana menara kembar World Trade Center pernah berdiri. Seorang mantan petugas pemadam kebakaran New York, yang terpaksa pensiun karena menderita penyakit paru-paru akibat paparan debu di Ground Zero saat serangan yang meruntuhkan menara kembar itu terjadi, mengatakan, dia hadir di Ground Zero agar 343 petugas pemadam kebakaran yang meninggal dalam serangan itu tahu bahwa "mereka tidak mati sia-sia". "Ini sebuah perang dan saya merasa kita menang," katanya. "Saya ke sini untuk memberi tahu mereka bahwa keadilan telah ditegakkan."

Bob Gibson, pensiunan polisi New York, mengatakan, berita tentang kematian Bin Laden menjadi semacam "penutupan" baginya. "Saya tidak pernah berpikir malam ini akan datang, bahwa kami akan menangkap atau membunuh Bin Laden," katanya. "Terima kasih Tuhan, dia telah disingkirkan."

Berita itu juga memberikan kelegaan kepada sejumlah orang yang anggota keluarganya tewas dalam peristiwa serangan 11 September itu. "Ini adalah berita penting bagi kami dan bagi dunia," kata Gordon Felt, Presiden Keluarga Penerbangan 93, dalam sebuah pernyataan. "Itu tidak bisa mengurangi rasa sakit kami atau mengembalikan orang yang kami cintai. (Tapi) itu membawa kelegaan bahwa dalang dari tragedi 11 September dan teror global itu tidak dapat lagi menyebarkan kejahatannya."

Tidak hanya warga AS, sejumlah negara juga menyambut gembira berita tewasnya Bin Laden. Pemerintah Rusia, misalnya, memuji operasi pasukan khusus AS itu, Navy SEAL, sebagai sebuah keberhasilan besar. Rusia menambahkan, pihaknya bersedia meningkatkan kerja sama dengan AS dalam perang melawan teror. "Kremlin menyambut baik keberhasilan AS yang dicapai dalam perang melawan terorisme internasional," kata Presiden Dmitry Medvedev, sebagaimana dikutip kantor berita Rusia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jepang Takeaki Matsumoto, melalui kantor kementeriannya, mengatakan, Jepang menyambut baik berita kematian Osama bin Laden sebagai "kemajuan yang signifikan dalam tindakan kontraterorisme".

Namun, kematian Bin Laden akan menempatkan Timur Tengah dalam siaga tinggi atas kemungkinan serangan balasan. AS pun telah mengeluarkan peringatan perjalanan global bagi warganya agar berhati-hati dan waspada.

Terkait operasi militer yang menewaskan Bin Laden itu, sumber militer AS mengungkapkan, Bin Laden terkejut oleh serangan tim kecil Navy SEAL yang mendarat di halaman kompleks tempat ia bersembunyi. Dikatakan, Bin Laden sempat ditawarkan untuk menyerah, tetapi ia menolak dan kemudian terjadi baku tembak. Tiga pendukung Bin Laden, termasuk putranya sendiri, ikut tewas bersama seorang wanita yang mencoba bertindak sebagai perisai manusia dalam baku tembak tersebut.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorEgidius Patnistik

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM