Kamis, 24 April 2014

News / Internasional

Rusia dan Uni Eropa Bicara Krisis Eropa

Senin, 31 Mei 2010 | 21:06 WIB

Baca juga

ROSTOV ON DON, KOMPAS.com - Pemimpin Uni Eropa (EU) dan Rusia bertemu, Senin (31/5/2010) untuk pertemuan krisis keuangan, tetapi mereka berharap akan meluruskan pertikaian yang umumnya berkisar dari masalah visa hingga hak asasi manusia.

Rusia, yang hampir mengalami krisis ekonomi pada tahun 1998 namun hingga kini telah menghindari efek buruk dari krisis keuangan eropa tersebut, juga memperhatikan kesulitan ekonomi Eropa yang disebabkan oleh masalah anggaran Spanyol dan Yunani.

Pertemuan di utara kota Rostov-on-Don akan menjadi konferensi antara Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan Presiden EU Herman Van Rompuy. PM Jose Luis Rodriguez Zapatero, juga akan mewakili blok tersebut beserta Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barroso pada KTT EU-Rusia ke-25.

Hubungan Moskow-EU sangat jarang tanpa masalah dan dalam KTT dua hari ini bertujuan untuk memperlancar hambatan perdagangan dan visa, dan juga akan menegaskan kekhawatiran ketergantungan EU akan energi Rusia.

"Prioritas KTT tersebut adalah melanjutkan dialog kemungkinan penghapusan larangan visa, hal yang memiliki pengaruh buruk pada seluruh aspek kerjasama Rusia-EU," ujar narasumber Rusia kepada kantor berita ITAR-TASS.

"Konferensi tersebut seharusnya bertujuan untuk memindahkan draf konkrit persetujuan menjadi kebutuhan pembatalan visa," tambahnya.

Rusia telah lama mengincar agar warga negaranya bisa melakukan perjalanan tanpa visa ke Eropa, dan Moskow juga ingin EU memodernkan ekonomi Rusia, yang juga mau mengurangi ketergantungan terhadap ekspor minyak dan gas.

Tetapi KTT tersebut diadakan saat EU menghadapi krisis utang Yunani dan terjadinya penurunan harga Euro, perkembangan yang tidak dicemoohkan Moskow.

"EU sedang menjalani saat-saat kritis dalam sejarahnya. Kami mengawasi dengan ketat akan bagaimana perjuangan menghadapi krisis keuangan yang melanda pada beberapa anggota negara EU," kata Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko kepada wartawan, Jumat.

Narasumber Kremlin tersebut mengatakan kepada ITAR-TASS bahwa keamanan sumber daya akan menjadi isu kunci dalam KTT. EU dan Rusia mengusung dua proyek jalur pipa yang bersaing, Nabucco dan South Stream, untuk memompa gas ke Eropa pada masa mendatang.

Walau begitu, para ahli mengatakan suasana KTT EU-Rusia akan lebih sedikit perdebatan dibanding beberapa tahun terakhir, mengikuti pernyataan Presiden Medvedev pada wawancara April, yang menyatakan Rusia akan menunjukkan wajah senyum dihadapan dunia.

Konferensi sebelumnya telah diganggu dengan isu seperti penyalahgunaan hak asasi manusia di Rusia, pengiriman gas, peperangan dengan Georgia pada Agustus 2008 dan kemarahan Moskow terhadap pelanggaran EU di daerah bekas Soviet tersebut.

Dalam KTT, EU akan mengarahkan isu pada pertikaian perdagangan dengan rekan energi terbesarnya, termasuk tarif anti-EU untuk ekspor kayu dan biaya penerbangan trans-Siberia.

Brussels juga diharapkan mendorong Moskow dalam usaha ikut serta dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).


Editor : bnj
Sumber: