Kompas.com - 14/06/2013, 19:12 WIB
EditorErvan Hardoko

SYDNEY, KOMPAS.com — Sebuah pengadilan di Sydney, Australia, menjatuhkan hukuman dua tahun penjara tanpa kemungkinan bebas bersyarat kepada Wassim Fayad (45).

Pria ini dinyatakan bersalah karena telah mencambuk seorang warga Sydney atas nama penegakan syariah Islam pada 2011.

Wassim merupakan satu dari empat orang yang terlibat dalam kasus pencambukan ini. Ketiga orang lainnya telah diberikan keringanan hukuman karena berperilaku baik.

Dalam pembelaannya di persidangan, Wassim Fayad mengatakan, tindakannya dibenarkan oleh agama kepercayaannya, tetapi dia menyatakan memahami Australia bukan negara Islam.

Wassim Fayad bersama tiga orang lainnya menerobos masuk ke rumah milik Christian Martinez di Silverwater, sebelah barat Sydney pada 2011.

Korban, Christian Martinez, mengatakan, empat orang berjenggot masuk ke kamar tidurnya dan menelungkupkan dirinya di tempat tidur, kemudian mencambuknya dengan kabel listrik sebanyak 40 kali. Penyiksaan itu berlangsung selama 30 menit.

Korban mengatakan, pelaku menghukum cambuk dirinya sebagai penerapan syariah Islam karena telah meminum minuman keras.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibat hukuman cambuk yang diterimanya, korban mengalami luka-luka di bagian punggung dan tulang belikat.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X