Kompas.com - 09/06/2013, 05:06 WIB
EditorErvan Hardoko

Shafiq mengaku dia pernah menjadi gerilyawan itu mengatakan dia sudah memelihara singa itu selama dua bulan dan kini usia hewan itu diperkirakan sekitar enam bulan.

"Saya menghabiskan uang 20.000 dolar AS untuk membawa singa itu dari Kandahar ke Kabul lewat jalan darat," ujar Shafiq.

Namun, Shafiq menolak menjelaskan bagaimana proses pengiriman singa itu menempuh jarak 300 kilometer melalui rute yang kerap diserang bom kelompok pemberontak itu.

Sementara itu, Diresktur Komunitas Dunia untuk Perlindungan Hewan, Claire McMaster, mengkritik Shafiq dan memperingatkan bahwa memelihara singa sangat berisiko terhadap keselamatan manusia.

"Hewan liar seharusnya tidak dipelihara sebagai hewan peliharaan. Memelihara dan menjauhkan mereka dari habitan aslinya adalah sebuah kejahatan," kata Claire.

"Masalah lainnya adalah ukuran tubuhnya yang besar dan kebiasaannya yang tak bisa diprediksi, bisa mengakibatkan cedera serius bahkan kematian bagi pemeliharanya," sambung Claire.

Kebun binatang Kabul memiliki seekor singa betina hadiah dari China. Selain itu, kebun binatang Kabul pernah menjadi kediaman Marjan, seekor singa yang setengah buta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Marjan, yang lahir 1976, menjadi buta karena lemparan granat seorang tentara yang mendendam karena saudaranya tewas diterkam singa itu ketika memasuki kandangnya. Marjan mati pada 2002.

"Saya sangat terkejut mendengar ada orang yang memelihara singa di Kabul. Sebab, memelihara singa sangat sulit karena singa adalah hewan liar," kata Direktur Kebun Binatang Kabul,  Aziz Gul Saqeb.

Yang jelas Shafiq sekarang masih senang memelihara singanya di rumah. Namun, dia mengakui tak mungkin memelihara singa itu untuk waktu lama.

"Mungkin saya akan hadiahkan singa ini ke kebun binatang Kabul suatu hari nanti," kata Shafiq.

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X