Assad: Hezbollah Satu Barisan

Kompas.com - 31/05/2013, 02:55 WIB
Editor

Kairo, Kompas - Presiden Suriah Bashar al-Assad, dalam wawancara yang disiarkan Kamis (30/5) dengan stasiun televisi milik Hezbollah, Al Manar, menegaskan, Suriah dan Hezbollah kini berada dalam satu barisan.

Assad mengakui keberadaan milisi Hezbollah di sepanjang perbatasan Suriah-Lebanon. Namun, ia menegaskan, yang bertempur dan mengendalikan pertempuran adalah pasukan Pemerintah Suriah.

Assad juga mengecam Turki, Arab Saudi, dan Qatar yang membantu pasukan oposisi. Ia menyebut, ada sekitar 100.000 milisi asing yang masuk ke Suriah atas bantuan negara-negara tersebut.

Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, yang memantau perkembangan Suriah dari Kairo, Mesir.

Presiden Suriah itu juga menyatakan kesediaan pemerintahannya mengikuti Konferensi Geneva II. Namun, lanjutnya, konferensi itu tak akan membuahkan hasil yang signifikan.

Sebaliknya, pihak Koalisi Nasional Suriah (NC) yang memayungi kubu oposisi menyatakan tak akan mengikuti konferensi itu selama pembantaian masih terjadi di Suriah.

Juru bicara NC, Khalid Saleh, juga mengatakan, Kamis, bahwa pihaknya tak akan berpartisipasi dalam upaya perdamaian internasional selama masih ada ”invasi” dari Iran dan Hezbollah ke Suriah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mendesak Hezbollah segera menarik pasukannya dari Suriah. Menurut juru bicara Deplu AS, Jen Psaki, Rabu, masuknya milisi Hezbollah dalam konflik di Suriah adalah eskalasi yang sangat berbahaya.

Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius mengungkapkan, menurut informasi dinas intelijen, Hezbollah telah mengirim 3.000 milisi-4.000 milisi untuk membantu pasukan rezim Assad melawan pasukan oposisi.

Rudal Rusia

Assad juga mengungkapkan bahwa negaranya telah menerima pengiriman tahap pertama sistem rudal pertahanan udara S-300 dari Rusia. Rudal pertahanan canggih itu bisa menembak jatuh pesawat tempur atau rudal yang diluncurkan pihak lawan.

Rusia menyatakan, pengiriman rudal ini ke Suriah untuk mencegah intervensi militer asing ke negara yang sedang dikoyak perang saudara itu.

Assad menegaskan akan membalas serangan baru dari Israel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.