Diversifikasi Pasar Ekspor ke Ukraina

Kompas.com - 27/05/2013, 03:07 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Defisit perdagangan Indonesia dengan Ukraina terus terjadi. Pada 2012, dari total perdagangan ke dua negara yang mencapai 1,322 miliar dollar AS, ekspor Indonesia hanya senilai 548,9 juta dollar AS.

Di sisi lain, ekspor Indonesia ke Ukraina masih didominasi minyak kelapa sawit mentah (CPO). Oleh karena itu, pemerintah mendorong perlunya diversifikasi ekspor Indonesia ke Ukraina.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan itu, Jumat pekan lalu, di Kiev, Ukraina. ”Sekitar 50 persen ekspor Indonesia ke Ukraina dalam bentuk CPO,” katanya.

Tidak banyak jenis komoditas Indonesia yang diekspor ke Ukraina meski potensi ekspornya sangat besar. Ekspor CPO Indonesia mencapai lebih dari 200 juta dollar AS dari total nilai ekspor Indonesia ke Ukraina yang mencapai 548,9 juta dollar AS tahun 2012.

Di luar CPO, ada ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT), sepatu olahraga, dan produk kehutanan. ”Kita harus melakukan diversifikasi produk ekspor ke sini (Ukraina),” katanya.

Di sisi lain, potensi pasar di Ukraina cukup besar sebagai salah satu tujuan ekspor nontradisional. Dengan PDB mencapai sekitar 7.500 dollar AS per kapita dan jumlah penduduk Ukraina 45 juta orang, pasar di Ukraina cukup menjanjikan.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga akan mengirim surat ke perwakilan Indonesia di luar negeri agar menggunakan produk rotan Indonesia. Produk rotan perlu diperkenalkan di Ukraina. Impor Indonesia dari Ukraina adalah besi bekas, baja, dan produk mesin.

Produk-produk utama yang diekspor Indonesia ke Ukraina selain CPO adalah bijih nikel, minyak hewan dan minyak sayur, batubara, kertas dan kertas karton dan artikelnya, kulkas, pakaian pria dan pakaian anak-anak pria, lysine and its esters.

Ukraina merupakan negara yang menduduki peringkat ke-32 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia. Sementara sebagai pemasok menduduki peringkat ke-30. Di antara negara ASEAN yang ekspor ke Ukraina, Indonesia berada diperingkat utama. Selain Indonesia ada Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina.

Kegiatan misi dagang Indonesia ke Ukraina ini sekaligus mendukung pameran tunggal Windows to Indonesia, yang berlangsung pada 24 hingga 26 Mei 2013. Pameran tersebut dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Ukraina Niniek K Naryatie. (MAS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.