Kompas.com - 24/05/2013, 11:35 WIB
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com — Kepolisian Inggris menangkap dua orang lagi dan memeriksa banyak rumah di seluruh penjuru London menyusul pembunuhan terhadap seorang prajurit veteran perang Afganistan, Rabu (22/5/2013).

Sepanjang Kamis (23/5/2013), polisi memeriksa lima properti di London dan satu desa di wilayah timur Inggris. Polisi kemudian mengumumkan telah menahan seorang pria dan wanita, keduanya berusia 29 tahun, yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu.

Sementara itu, para detektif terus mendalami pernyataan para saksi, media sosial, dan kamera CCTV. Adapun para pakar forensik masih menyisir tempat kejadian pembunuhan di Woolwich untuk mencari bukti baru.

Media massa Inggris ramai mengabarkan, kedua tersangka pembunuhan yang sudah ditahan adalah Michael Adebolajo (28) dan Michael Adebowale (22).

Seorang ulama Inggris, Choudary, mengatakan kepada AFP bahwa Michael Adebolajo itu berasal dari sebuah keluarga keturunan Nigeria.

Adebolajo memeluk Islam pada 2003 dan mengganti namanya menjadi "Mujahid". Adebolaje kerap menghadiri khotbah Omar Bakri, pendiri organisasi Islam terlarang, Al-Muhajiroun.

"Dia (Adebolajo) dulu kerap menghadiri kegiatan kami, yang sebenarnya sangat damai dan tidak mengandung kekerasan sama sekali," kata Choudary.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kemudian dia menghilang dan kami kehilangan kontak dengan dia sejak tiga tahun lalu," lanjut dia.

Korban pembunuhan adalah Lee Rigby (25), yang baru saja kembali dari tugas militernya ke Afganistan. Rigby diketahui memiliki seorang putra berusia dua tahun.

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X