Kompas.com - 28/04/2013, 01:10 WIB
EditorErvan Hardoko

KABUL, KOMPAS.com - Sebuah pesawat terbang milik NATO, jatuh di wilayah selatan Afganistan, Sabtu (27/4/2013) dan menewaskan empat orang awaknya. Pasukan koalisi NATO menegaskan pesawat terbang itu tidak mendapat serangan musuh sebelum jatuh.

"Penyebab jatuhnya pesawat terbang itu masih dalam penyelidikan. Namun, dari laporan awal tidak ada kegiatan pasukan musuh di lokasi kecelakaan," kata NATO dalam pernyataan resminya.

Meski sebagian besar pasukan NATO di Afganistan adalah milik Amerika Serikat, namun aparat berwenang belum menyebutkan kewarganegaraan para awak pesawat terbang yang jatuh itu.

Sejauh ini juga tidak muncul pernyataan dari Taliban soal jatunya pesawat terbang tersebut. Pada Sabtu pagi, Taliban mengeluarkan pernyataan soal awal "serangan musim semi" yang selalu mereka lakukan setiap tahun. Dalam peryataan itu, Taliban mengajak semua warga Afganistan melakukan serangan terhadap pasukan NATO.

Kecelakaan pesawat terbang merupakan insiden yang sering terjadi di Afganistan, di mana lebih dari 100.000 personel militer NATO di negeri itu sangat membutuhkan kemampuan pesawat terbang untuk menuntaskan misinya.

Awal bulan ini, dua tentara AS tewas di Afganistan timur. Sementara itu, tiga prajurit AS tewas di Provinsi Kandahar, setelah helikopter yang mereka tumpangi jatuh akibat hujan deras.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X