Inflasi Jerman Terendah - Kompas.com

Inflasi Jerman Terendah

Kompas.com - 11/04/2013, 18:58 WIB

KOMPAS.com - Sejak Maret 2012 sampai kini, Jerman mencatatkan inflasi di posisi 1,4 persen. Angka ini, tulis AP pada Kamis (11/4/2013), adalah yang terendah ketimbang catatan sampai dengan Desember 2010.

Adalah Kantor Statistik Federal (Destatis) yang merilis data teranyar ini. Menurut lembaga yang berbasis di Weisbaden ini, rendahnya inflasi selama masa itu merupakan sumbangan dari susutnya harga bahan bakar minyak sebesar 6,2 persen.

Inflasi merendah sudah keilhatan sejak awal tahun ini, kata Destatis. Sampai dengan akhir Januari 2013 misalnya, inflasi di posisi 1,7 persen. Lalu, angka itu melorot lagi di 1,5 persen pada akhir Februari 2013. Pada Maret, ada kenaikan 0,5 persen dibandingkan periode sama 2012.

Inflasi di Jerman, oleh Destatis disandingkan dengan harmonisasi indeks harga konsumen (HICP) yang acap dipakai untuk pembanding dengan negara-negara Eropa lainnya. Hasilnya, rata-rata inflasi Jerman pada Maret 2013 berada di angka 1,8 persen. Angka ini lebih rendah ketimbang angka Bank Sentral Eropa yang bertengger di posisi 2 persen.

Masih menurut Destatis, stabilitas harga dan pasar tenaga kerja membuat Jerman optimistik soal situasi finansial. Produk domestik bruto (PDB) Jerman diprediksikan bakal menanjak dari 0,7 persen pada 2013 menuju 1,6 persen pada 2014.

 


EditorJosephus Primus
Komentar

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X