Terima Gratifikasi Seks, 2 Aparat Singapura Ditangkap - Kompas.com

Terima Gratifikasi Seks, 2 Aparat Singapura Ditangkap

Kompas.com - 10/04/2013, 01:37 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com — Kepolisian Singapura saat ini menahan dua aparat penegak hukum dengan tuduhan menerima gratifikasi seks. Satu tersangka adalah polisi dan satu tersangka lain adalah petugas investigasi senior di Kementerian Tenaga Kerja.

Pada kasus pertama, Sersan Parthivan Ramaya ditahan karena dituduh berupaya memberikan keringanan hukuman sebagai imbalan atas layanan seks yang didapatkannya dari Dwi Sulistiani. Dwi adalah terdakwa kasus pencurian yang kini ada di tahanan untuk menanti persidangan.

Parthivan disebut tak hanya sekali menerima layanan seks dari Dwi, tetapi empat kali. Sersan yang bertugas di unit Kepolisian Ang Mo Kio itu didakwa melakukan hubungan seks di kantor polisi, apartemen Parthivan, dan tempat yang relatif sepi di kawasan Jalan Fernvale.

Terpisah, kasus serupa dilakukan Norezwan Em, petugas investigasi senior di Kementerian Tenaga Kerja Singapura. Dia didakwa menerima gratifikasi dari Liu Lihua, seorang warga negara China.

Sama seperti Parthivan, Norezwan juga tidak hanya sekali menerima "suap" seks itu. Secara total, ada tiga kali hubungan seksual yang tercatat dilakukan, mulai dari gedung parkir mobil hingga hotel. Liu menawarkan dirinya pada Norezwan asalkan bisa dibantu perpanjangan izin tinggal di Singapura.

Kedua orang ini terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda 100.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 800 juta. 


EditorPalupi Annisa Auliani
Komentar

Terkini Lainnya

Malam Ini, Debat Perdana Pilkada Jateng Akan Berlangsung Atraktif

Malam Ini, Debat Perdana Pilkada Jateng Akan Berlangsung Atraktif

Regional
Sandiaga Bertemu Rizal Ramli di Balai Kota, Bahas Pilpres

Sandiaga Bertemu Rizal Ramli di Balai Kota, Bahas Pilpres

Megapolitan
Politisi Gerindra Sebut Tertutup Opsi Pasangkan Prabowo-Jokowi

Politisi Gerindra Sebut Tertutup Opsi Pasangkan Prabowo-Jokowi

Nasional
Pembuat SIM Palsu yang Beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok Ditangkap

Pembuat SIM Palsu yang Beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok Ditangkap

Megapolitan
Disaksikan Ribuan Orang, Dua Terpidana PSK 'Online' di Banda Aceh Dihukum Cambuk

Disaksikan Ribuan Orang, Dua Terpidana PSK "Online" di Banda Aceh Dihukum Cambuk

Regional
Politisi Gerindra Sebut Pilkada Langsung Memicu Sistem Politik Berbiaya Tinggi

Politisi Gerindra Sebut Pilkada Langsung Memicu Sistem Politik Berbiaya Tinggi

Nasional
Ini 6 Tahap yang Harus Dilalui Peserta Ujian SBMPTN

Ini 6 Tahap yang Harus Dilalui Peserta Ujian SBMPTN

Edukasi
Pembunuh Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Jalani 24 Adegan Rekonstruksi

Pembunuh Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Jalani 24 Adegan Rekonstruksi

Megapolitan
Baliho Sam Aliano 'Nyapres' Diturunkan karena Ilegal

Baliho Sam Aliano "Nyapres" Diturunkan karena Ilegal

Megapolitan
Rizal Ramli: Setelah Gubernur Baru, Terasa Suasana Tenang di DKI, Sebelumnya Tahulah...

Rizal Ramli: Setelah Gubernur Baru, Terasa Suasana Tenang di DKI, Sebelumnya Tahulah...

Megapolitan
Korut dan Korsel Coba Saluran Telepon Khusus Jelang KTT Antar-Korea

Korut dan Korsel Coba Saluran Telepon Khusus Jelang KTT Antar-Korea

Internasional
Dua Bersaudara Korban Selamat Penembakan Massal di Florida Tulis Buku

Dua Bersaudara Korban Selamat Penembakan Massal di Florida Tulis Buku

Internasional
Sekjen PPP Ungkap Ada Tokoh Non-Partai yang Ingin Bentuk Poros Ketiga

Sekjen PPP Ungkap Ada Tokoh Non-Partai yang Ingin Bentuk Poros Ketiga

Nasional
Panglima TNI: Negara Lain Berebut Meraup Keuntungan dari Indonesia...

Panglima TNI: Negara Lain Berebut Meraup Keuntungan dari Indonesia...

Nasional
Warung Ema, Tempat Polisi Boleh Utang Makan di Jakarta Utara

Warung Ema, Tempat Polisi Boleh Utang Makan di Jakarta Utara

Megapolitan

Close Ads X