Kompas.com - 24/03/2013, 11:32 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

CANBERRA, KOMPAS.com -  Kelompok teroris Filipina Abu Sayyaf mendapatkan bayaran 93.600 dolar Australia (hampir Rp 1 miliar) guna pembebasan sandera asal Australia Warren Rodwell hari Jumat.

Demikian dikatakan oleh salah seorang perunding, Al Rashid Sakalahul kepada media Australia. Sakalahul terlibat dalam usaha pembebasan Rodwell, mengatakan sebelumnya kelompok tersebut meminta bayaran 400 ribu dolar.

"Perundingan berlangsung alot, namun akhirnya, Alhamdulilah, kami berhasil memastikan pembebasan Rodwell." kata Sakalahul, yang juga merupakan wakil gubernur propinsi Basilan di Filipina Selatan, yang sebelumnya juga terlibat dalam perundingan pembebasan sandera lainnya di kawasan tersebut.

Menurut Sakalahul, dia tidak mengetahui dari mana asal uang tebusan tersebut, namun dananya diberikan lewat istri Rodwell, Miraflor Gutang. Sakalahul menyampaikan nilai uang tebusan tersebut guna mematikan rumor bahwa dia mendapatkan keuntungan pribadi dari usaha pembebasan tersebut.

"Saya tidak mau dituduh oleh siapapun bahwa saya mendapatkan keuntungan dalam proses ini, itulah saya sampaikan nilai tebusannya. Misi satu-satunya adalah menhyelamatkan Rodwell dari penyanderaan Abu Sayyaf." kata Sakalahul.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L. Sastra Wijaya, pemerintah Australia dan pemerintah Filipina sama-sama memiliki kebijakan untuk tidak memberikan uang tebusan kepada para penculik.

Sakalahul mengatakan bahwa pejabat Australia sama sekali tidak terlibat dalam perundingan, dan mengatakan selain keluarga Rodwell di Filipina, hanya unit anti penculikan polisi Filipina yang mengetahui adanya negosiasi. Rodwell diculik 5 Desember 2011 di kota Ipil di Mindanao dimana dia tinggal bersama istrinya warga FIlipina, Miraflor Gutang.

Rodwell juga memiliki keluarga di Australia dari pernikahan sebelumnya. Sebelumnya kelompok Abu Sayyaf ini meminta uang tebusan 2 juta dolar, dan dalam beberapa minggu terakhir, kelompok tersebut mengancam akan membunuh Rodwell (54) bila tidak ada uang tebusan sama sekali yang dibayar. . 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.