Kompas.com - 14/02/2013, 15:49 WIB
EditorErvan Hardoko

BAMAKO, KOMPAS.com — Rusia mengakui memasok senjata untuk Pemerintah Mali. Direktur Badan Ekspor Senjata Rusia mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan persenjataan ringan dalam jumlah kecil untuk Angkatan Bersenjata Mali yang sangat buruk persenjataannya.

"Kami tengah dalam pembicaraan untuk mengirim lebih banyak lagi, tetap dalam jumlah kecil," kata Direktur Rosoboroneskport Anatoly Isaikin seperti dikutip kantor berita Interfax.

Sementara itu, di pusat kota Gao, pasukan Perancis berhasil menjinakkan bom rakitan yang mengandung bahan peledak seberat 600 kilogram. Menurut wartawan AFP, bom rakitan itu diletakkan di halaman sebuah rumah kosong.

Angkatan Bersenjata Mali tengah berupaya untuk memulihkan keamanan sejak intervensi Perancis telah menolong Mali dalam memukul mundur kelompok Al Qaeda yang sudah sempat menguasai kota tersebut.

Sementara itu, di ibu kota Bamako, Kapten Amadou Sanogo disumpah sebagai Kepala Komite Reformasi Politik.

Sanogo adalah pemberontak militer yang sempat menggulingkan presiden yang sah, menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintahan sementara April lalu.  

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.