Kompas.com - 27/01/2013, 22:18 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

BRUSSELS, KOMPAS.com - Baterai pertama sistem rudal Patriot mulai dioperasikan di dekat kota Adana, Turki, dekat perbatasan dengan Suriah. Sistem rudal antiserangan udara milik angkatan bersenjata Belanda tersebut kini dioperasikan di bawah komando Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Demikian dinyatakan NATO, Sabtu (26/1/2013). Tiga negara anggota NATO, yaitu Belanda, Jerman, dan AS, telah setuju untuk "meminjamkan" sistem rudal Patriot versi terbaru kepada Turki untuk melindungi negara itu dari kemungkinan serangan rudal dari Suriah yang sedang dilanda perang saudara berkepanjangan.

Setiap negara telah mengirimkan dua baterai Patriot dan sekitar 400 personel militer untuk mengoperasikan sistem rudal tersebut di Turki.

NATO menyatakan, lima baterai sisanya akan beroperasi dalam beberapa hari mendatang di dekat kota Adana, Kahramanmaras, dan Gaziantep. Sebelumnya, Pemerintah Suriah telah mengkritik rencana penempatan rudal Patriot itu sebagai "provokasi".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.