Kompas.com - 15/01/2013, 10:43 WIB
EditorEgidius Patnistik

Semua negara anggota Dewan Keamanan PBB menyatakan dukungan terhadap serangan militer Perancis ke Mali dengan sasaran pasukan militan Islam. Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan serangan tersebut diharapkan dapat memulihkan "integritas wilayah dan ketertiban konstitusi Mali".

DK PBB menggelar pertemuan darurat atas permintaan Perancis pada Senin (14/1) di New York setelah serangan tersebut akhir pekan lalu. Setelah pertemuan Dubes Perancis untuk PBB Gerard Araud mengatakan pemerintahnya mendapat "dukungan dan pengertian" dari 14 anggota Dewan Keamanan PBB lain.

Namun dia menambahkan bahwa Perancis juga menginginkan segera dikirimnya pasukan dari aliansi negara Afrika Barat "secepat mungkin".

Pasukan ini dikirim dengan payung resolusi DK PBB 2085, yang diteken Desember lalu dan memungkinkan digerakkannya sebuah pasukan beranggotakan 3.000-personel dengan pimpinan negara Afrika untuk turut mengamankan Mali karena situasi di lokasi yang nyaris hampa hukum dan penguasa sah.

Pasukan asal Afrika diperkirakan sampai di Mali "dalam beberapa hari dan minggu" ini, kata Araud. Sementara pimpinan pasukan dipegang oleh Nigeria, yang komandannya sudah berada di lokasi.

Sikap Perancis ini didukung oleh Sekjen Ban Ki-moon.

"Setjen menyambut dukungan dari mitra bilateral yang menyanggupi permintaan (pengiriman pasukan) dan dengan restu pemerintah Mali, untuk mengatasi situasi di wilayah Selatan yang terus didorong oleh kekuatan kelompok teroris dan militan bersenjata," tulis pernyataan Ban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengungsi

Serangan Perancis berlangsung Jumat (9/1) setelah kelompok militan islamis mulai mendesak ke arah selatan Mali. Menurut pejabat Prancis mereka mengkhawatirkan pergerakan militan ini akan berimplikasi pada direbutnya ibukota Bamako, sehingga Mali akan menjadi ancaman yang makin besar bagi stabilitas wilayah setempat.

Perancis sebelumnya telah mengirim 550 tentara ke kota Mopti dan Bamako, dan setelah pekan lalu menurut seorang sumber Kementrian Pertahanan negara mode itu kepada kantor berita Reuters, jumlah kiriman pasukan kemungkinan akan bertambah menjadi 2.500 dalam beberapa hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.