Laut Membeku, 1.000 Kapal di China Terjebak - Kompas.com

Laut Membeku, 1.000 Kapal di China Terjebak

Kompas.com - 06/01/2013, 09:02 WIB

SHANGHAI, KOMPAS.com — Temperatur di China jatuh ke titik terendah dalam tiga dekade terakhir. Akibatnya, perairan di tepi pantai membeku sehingga 1.000 kapal terjebak dalam es, demikian dilaporkan media resmi China akhir pekan ini.

Sejak akhir November, China menghadapi suhu udara rata-rata minus 3,8 derajat celsius atau lebih rendah 1,3 derajat celcius dari suhu rata-rata sebelumnya. Suhu tersebut merupakan yang terendah dalam 28 tahun terakhir, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua yang mengutip Badan Meteorologi China.

Suhu ekstrem itu bahkan telah membekukan laut di Teluk Laizhou yang merupakan wilayah perairan Provinsi Shandong di timur China, menyebabkan 1.000 kapal terjebak dalam es, lapor harian China Daily.

Zheng Dong, kepala ahli meteorologi di Pusat Pemantauan Lingkungan Laut Yantai yang berada di bawah State Oceanic Administration, mengatakan kepada harian itu bahwa luas daerah yang menjadi lautan es di Teluk Laizhou mencapai 291 kilometer persegi pada minggu ini.

Transportasi di seantero China pun terganggu akibat suhu ekstrem tersebut. Lebih dari 140 penerbangan dari bandara di Provinsi Hunan ditunda, sementara salju tebal juga memaksa penutupan sejumlah bagian jalur pelayaran Beijing-Hongkong-Makau, lapor China Daily.

Temperatur di wilayah timur laut China bahkan lebih rendah lagi, mencapai minus 15,3 derajat celsius atau lebih rendah 3,7 derajat celsius dari suhu rata-rata sebelumnya. Angka itu merupakan titik terendah dalam 43 tahun terakhir.


EditorEgidius Patnistik
Komentar

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X