Kompas.com - 19/11/2012, 16:02 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

PHNOM PENH, KOMPAS.com — Siklus kekerasan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya konflik antara Palestina dan Israel di Jalur Gaza, dinilai sudah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan dari sisi kemanusiaan.  

Pemerintah Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan di sana.

"Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam, dan mempunyai kepedulian yang mendalam atas berulangnya kekerasan yang terjadi di Timur Tengah, termasuk konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di sela-sela pelaksanaan KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, Senin (19/11/2012), seperti diberitakan wartawan Kompas C Wahyu Haryo P.

Menurut Marty, siklus kekerasan di sana harus segera dihentikan mengingat sudah terlalu banyak korban manusia berjatuhan. Semua pihak seharusnya belajar dari konflik yang terjadi pada tahun 2008-2009 yang memiliki siklus kekerasan yang sama, yang hanya menghasilkan kehancuran dan mengoyak sisi kemanusiaan.

"Dewan Keamanan PBB harus bertindak agar situasi (konflik) di sana segera diakhiri," kata Marty.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekjen PBB menyerukan dua pihak yang bersengketa di Israel dan Palestina segera menggelar gencatan senjata setelah serangan berbalasan dari kedua pihak memasuki hari keenam.

Sekjen Ban Ki-moon mengatakan akan berangkat ke Kairo, Mesir, untuk turut mengambil peran dalam upaya mewujudkan gencatan senjata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hari Minggu kemarin adalah hari terburuk sepanjang sepekan serangan Israel ke Palestina, sedikitnya 26 orang tewas, termasuk keluarga seorang polisi Gaza, Mohamed Dalou, yang tewas bersama delapan anggota keluarganya akibat serangan bom udara Israel.

Ban mengatakan, dia sangat sedih mendengar berita kematian keluarga Dalou serta warga Palestina lainnya. Selain itu, ia juga merasa khawatir atas berlanjutnya serangan roket dari Gaza ke sejumlah kota di Israel.

Tentara Israel mengatakan, sasaran mereka adalah militan Hamas yang pada Kamis (15/11/2012) lalu menewaskan tiga warganya, sementara hingga hari ini sedikitnya sudah 70 warga Palestina tewas akibat gempuran udara dan laut militer Israel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.