Kompas.com - 10/10/2012, 10:51 WIB
EditorErvan Hardoko

AMMAN, KOMPAS.com - Raja Jordania, Abdullah, akhirnya menunjuk duta besar baru untuk Israel yang kosong sekitar dua tahun belakangan.

Walid Obeidat sudah diambil sumpahnya oleh Raja Abdullah dan rencananya akan mulai bertugas di ibukota Israel, Tel Aviv, pada tanggal 17 Oktober mendatang.

Jordania tidak menunjuk duta besar untuk Israel yang baru, setelah duta besar sebelumnya, Ali Ayed, habis masa jabatannya pada tahun 2010.

Langkah itu dilihat sebagai pertanda dari rasa frustrasi pemerintah Jordania atas terhentinya proses perdamaian Israel-Palestina.

Pekan lalu, Obeidat sudah mendapat ancaman dari para pemimpin sukunya, al-Obeidat, akan akan dikeluarkan dari sukunya jika menerima tugas sebagai duta besar untuk Israel.

Penugasan duta besar Jordania untuk Israel pada masa sebelumnya tidak sampai mengundang protes seperti kali ini.

Suku berpengaruh

Laporan-laporan yang belum dapat dikonfirmasi menyebutkan para pemimpin suku berjanji untuk mencalonkan Obeidat dalam pemilihan parlemen mendatang jika tidak menerima jabatan baru tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang pemimpin suku yang kaya bahkan menawarkan sebesar 5 juta dinar atau sekitar US$7 juta sebagai imbalan jika dia menolak tugas tersebut.

"Suku akan tetap setia untuk bangsa dan tidak akan melakukan rekonsiliasi dengan musuhnya untuk membebaskan tanah Palestina," tulis pernyataan suku al-Obeidat yang dikutip berbagai media Timur Tengah.

"Suku ini merupakan yang pertama kali memperingatkan tentang bahaya dari proyek Zionisme pada tahun 1920-an," tambah pernyataan tersebut.

Al-Obeidat merupakan salah satu suku besar dengan pengaruh politik kuat yang berasal dari Jordania utara.

Salah satu tokoh suku ini adalah mantan perdana menteri Ahmed A-Obeidat, yang memimpin pertemuan suku sebelum mengeluarkan deklarasi atas penunjukan Walid sebagai duta besar Israel.

Hingga Selasa (9/10/2012), masih belum ada tanggapan dari suku atas keputusan Obeidat yang menerima tugas diplomatik ke Israel.

Jordania ikut bergabung bersama negara-negara tetangganya dalam serangkaian konflik militer dengan Israel pada masa 1948-1973. Namun pada tahun 1994 Jordania menandatangani traktat perdamaian dengan Israel.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X