Kompas.com - 09/10/2012, 17:18 WIB
Penulis Agus Mulyadi
|
EditorAgus Mulyadi

MEKKAH, KOMPAS.com — Sebanyak 25 anggota jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi sejak penerbangan pertama tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah pada 22 September hingga Selasa (9/10/2012) ini.

"Hari ini (9/10/2012), tiga anggota jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi," kata Kepala Misi Haji Indonesia Daker Mekkah, Arsyad Hidayat.

Ketiganya adalah Suripto, Sudirman, dan Suhaimin. Suripto bin Suwandi (63) yang tergabung dalam kelompok terbang 28 (kloter 28) embarkasi Solo meninggal di pondokan Madinah karena menderita gangguan pada sistem pernapasan.

Sudirman bin Abdullah Ikhwan (72) yang tergabung dalam kloter 55 embarkasi Solo meninggal di bandara Jeddah, juga akibat sistem pernapasan.

Sementara itu, Suhaimin bin Abdul Gani (62) yang tergabung dalam kloter 25 embarkasi Ujungpandang, Makassar, meninggal di masjid di Mekkah akibat gangguan pada sistem sirkulasi.

Hingga Selasa siang, tercatat 80.538 anggota jemaah Indonesia dari 197 kloter tiba di Mekkah. Tahun ini, Indonesia mendapat kuota haji 211.000 orang, yakni 194.000 orang dari haji reguler dan 17.000 orang dari haji khusus.

Menurut seorang dokter petugas kesehatan haji Indonesia, cuaca dan kelelahan menjadi faktor utama penyebab meninggal sebagian jemaah haji Indonesia, yang umumnya berusia lanjut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut 25 orang Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci.  

1. Siti Rahmatia binti Yasin (67) dari embarkasi Ujungpandang.
2. Sumardi SM (55) dari embarkasi Solo.
3. Indriano bin Khairunas (49) dari embarkasi Padang.
4. Juju bt Lili Adinata (54) dari embarkasi Jakarta.
5. Endang Rusmiyatun bt Rusmin (50) dari embarkasi Solo.
6. Saodah Muawanah bt Katiran (58) dari embarkasi Surabaya.
7. Yusupadi bin Marjo Suwito (62) dari embarkasi Solo.
8. Yoso Sudarmo bin Pawiro Rejo (58) dari embarkasi Solo.
9. Toto bin Ahmad Rejo (64) dari embarkasi Solo.
10. Sumiyat Proyitno bin Karyono (53) dari embarkasi Jakarta.
11. Sarimanih bt Siarun (70) dari embarkasi Padang.
12. Syaribanun HM Hasan (81) dari embarkasi Medan.
13. Sutarno bin Prawirosuratno (63) dari embarkasi Solo.
14. Samiah binti Akim (67) dari embarkasi Banda Aceh.
15. Suwardi bin Kartonawi (72) dari embarkasi Jawa Barat.
16. Muji Rahayu Dwi Astuti bt Asrukan (34) dari embarkasi Solo.
17. Ilyas bin Tgk Syik (50) dari embarkasi Banda Aceh.
18. Syaifullah bin RW Syamubi (65) dari embarkasi Palembang.
19. Rosna Siregar bt H Mhd Soleh (45) dari embarkasi Medan.
20. Umuri bin Laheri (58) dari embarkasi Ujungpandang.
21. Syarifuddin bin Juned (59) dari embarkasi Banda Aceh.
22. M Chifki bin Imam Mochtar (58) dari embarkasi Solo.
23. Suripto dari embarkasi Solo.
24. Sudirman dari embarkasi Solo.
25. Suhaimin dari embarkasi Ujungpandang.  
    

Menurut informasi anggota masyarakat Mekkah yang telah berkali-kali menjadi petugas haji, anggota jemaah yang meninggal biasanya lebih banyak pada akhir-akhir musim haji, terutama pada saat wukuf di Arafah, karena faktor fisik yang lemah akibat kelelahan dan pengaruh cuaca.

Oleh sebab itu, kata petugas kesehatan haji tersebut, jemaah haji perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi puncak haji itu agar tetap sehat sampai di Indonesia kembali.


Sumber: Antara

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X