TNI Diinstruksikan Padamkan Kebakaran Lahan

Kompas.com - 06/10/2012, 02:42 WIB
Editor

Palangkaraya, Kompas - Personel TNI di Kalimantan Tengah diinstruksikan untuk ikut terlibat memadamkan kebakaran lahan. Bahkan, sebagai garda terdepan, semua Bintara Pembina Desa di desa-desa diperintahkan untuk terjun ke lapangan jika terjadi kebakaran.

Menurut Komandan Korem 102/Panju Panjung Kolonel (Czi) Irwan di Palangkaraya, Kalteng, Jumat (5/10), Bintara Pembina Desa (Babinsa) wajib memberikan bantuan paling awal dari pihak TNI untuk memadamkan api. Selanjutnya, bantuan dari tim TNI lainnya.

Sejauh ini, pihaknya telah menyiapkan satuan setingkat kompi atau sekitar 100 personel TNI yang disebar di Kalteng untuk ikut memadamkan kebakaran lahan. ”Meski demikian, jika dibutuhkan, TNI dalam jumlah yang lebih besar bisa membantu pemadaman kebakaran lahan,” ujarnya.

Keterlibatan Korem 102/Panju Panjung untuk mengurangi kabut asap juga dilakukan sebagai dukungan agar puncak peringatan Hari Pangan Dunia tingkat nasional bisa berjalan lancar. Acara itu akan diadakan di Palangkaraya pada 18 Oktober.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemadam Kebakaran Palangkaraya Wawan Berlison, hingga saat ini pada tahun 2012, terjadi lebih dari 40 kebakaran. ”Jumlah itu melampaui total tahun 2011 sebanyak 33 kali kebakaran. Sebagian besar kebakaran disebabkan faktor manusia,” ujarnya.

Disiapkan posko

Untuk mengatasi kebakaran lahan di Kalimantan Selatan, dibentuk Pos Komando (Posko) Siaga Darurat Asap. Posko didirikan Rabu di lima lokasi rawan kebakaran lahan, yakni dua posko di Banjar serta masing-masing satu posko di Banjarbaru, Barito Kuala, dan Tanah Laut.

Komandan Tim Manggala Agni Daerah Operasional (Daop) 3 Kabupaten Banjar Zulkarnaen mengatakan, dalam posko terdapat sejumlah elemen, mulai dari anggota tim manggala agni sampai petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

”Mereka bertugas mengawasi dan memadamkan kebakaran. Selain ada personel, mereka juga dilengkapi dengan peralatan pemadam api,” ujarnya.

Menurut Zulkarnaen, selama kemarau 2012, Tim Manggala Agni Daop 3 telah memadamkan sedikitnya 200 hektar lahan. Seluas 80 hektar di antaranya dalam kawasan hutan. Adapun yang terbakar umumnya belukar yang dipicu panas atau kelalaian warga saat membakar rerumputan.

Kabut asap masih pekat meski di beberapa tempat, seperti Kota Banjarmasin, kondisinya tidak sepekat beberapa hari lalu. Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Hesly Junianto mengatakan telah mengeluarkan anjuran agar siswa menggunakan masker apabila kabut asap mengganggu. (BAY/WER)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.