Kompas.com - 03/10/2012, 11:08 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

BANGKOK, KOMPAS.com — Setelah mencatatkan pertumbuhan ekonomi tinggi dalam beberapa tahun terakhir, Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan negara-negara berkembang di Asia akan mencatatkan penurunan pertumbuhan ekonomi pada 2012. Ini disebabkan pasaran untuk produk berorientasi ekspor mengalami penurunan.

Demikian pengumuman ADB di Bangkok, Rabu (3/10/2012) ini. ADB menyarankan agar ketergantungan pada pasar ekspor dikurangi.

ADB mengatakan, pertumbuhan ekonomi Asia, termasuk India, China, dan Indonesia, rata-rata turun dari 7,2 persen persen tahun lalu menjadi 6,1 persen pada tahun 2012. Pertumbuhan ekonomi pulih ke angka 6,7 persen pada tahun 2013.

Sebelumnya, ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia sebesar 6,9 persen pada tahun 2012 dan 7,3 persen pada tahun 2013.

Pasaran AS dan Eropa kini sedang lesu karena itu ekspor dari Asia akan terpengaruh. "Kenyataan ini harus mendorong Asia mengembangkan permintaan domestik jika Asia terus ingin mencatatkan pertumbuhan ekonomi guna mengangkat status sosial ekonomi warga miskin," demikian dikatakan ekonom ADB, Changyong Rhee.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X