Penjara Seumur Hidup untuk Mantan Presiden Tunisia - Kompas.com

Penjara Seumur Hidup untuk Mantan Presiden Tunisia

Kompas.com - 14/06/2012, 17:41 WIB

KOMPAS.com — Pengadilan militer Tunisia menjatuhkan vonis penjara seumur hidup bagi mantan presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali. Meski begitu, pengadilan berjalan in absentia lantaran Ben Ali melarikan diri ke Arab Saudi sejak Januari 2011. Sementara itu, pengadilan berlangsung di Kef, sekitar 200 kilometer barat Tunis.

Hakim mengatakan kalau Ben Ali terbukti memerintahkan pembunuhan terhadap pengunjuk rasa di beberapa kawasan, seperti Thala, Kasserine, Kairouan, dan Tajerouine pada Januari 2011. Para pemrotes itu memang sukses menjatuhkan Ben Ali dari posisinya, sebagaimana warta TAP pada Kamis (14/6/2012).

Sementara itu, pengadilan militer juga menjatuhkan vonis penjara 20 tahun secara in absentia kepada Ben Ali untuk kasus Querdanine. Dalam kasus itu, Kais Ben Ali, keponakan Ben Ali, ditangkap lantaran pembunuhan empat pemrotes oleh para pengawalnya. Kala itu, pemrotes mencoba menyetop perjalanan Ben Ali di kota pantai Querdanine pada Januari 2011.

Bulan lalu, Ben Ali juga mendapat vonis hukuman mati versi pengadilan militer. Lagi-lagi, in absentia.  Dalam kasus ini, Ben Ali mendapat dakwaan pembantaian sukarelawan.

Lalu, melalui pengadilan sipil, total Ben Ali sudah mengantongi vonis 66 tahun penjara melalui pelbagai dakwaan, mulai dari korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, pencucian uang, penyalahgunaan obat bius, hingga kepemilikan ilegal senjata api.  

Sementara itu, mantan Menteri Dalam Negeri Tunisia Rafik Bel Hadj Kacem mendapat vonis masuk bui 12 tahun lamanya. Ada juga 11 pejabat keamanan di masa Ben Ali yang mendapat vonis penjara mulai dari 10 bulan sampai dengan 15 tahun.


EditorJosephus Primus

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X