DK PBB Kutuk Peristiwa Pembantaian di Suriah

Kompas.com - 28/05/2012, 09:45 WIB
EditorEgidius Patnistik

NEW YORK, KOMPAS.com - Dewan Keamanan PBB mengeluarkan kecaman keras terhadap penggunaan senjata berat oleh militer Suriah dalam serangan di Houla yang menewaskan 108 orang dan melukai 300 lainnya.

Aksi ini juga memicu kemarahan dunia internasional karena dalam peristiwa itu ada 34 orang anak-anak yang menjadi korban tewas.

Anggota Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat kemarin sepakat untuk mengeluarkan seruan agar pemerintah Suriah menarik seluruh senjata beratnya dari kawasan pemukiman dan mengembalikan mereka ke barak.

"Anggota Dewan Keamanan PBB mengutuk keras peristiwa yang kemungkinan besar merupakan sebuah pembunuhan di desa Houla dekat Horms dalam rangkaian serangan yang melibatkan artileri dan tank pemerintah Suriah di kawasan pemukiman penduduk sipil," bunyi pernyataan DK PBB seperti dibacakan oleh Wakil Duta Besar PBB asal Azerbaijan, Tofiq Musayev.

"Anggota DK PBB juga mengutuk keras pembunuhan warga sipil lewat aksi penembakan jarak dekat dan serangkaian penyiksaan yang dilakukan oleh pemerintah. Kekerasan terhadap penduduk sipil jelas merupakan sebuah pelanggaran terhadap hukum internasional."

Suriah membantah

Namun Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Jaafari mengatakan sejumlah anggota DK PBB mencoba untuk mengarahkan dunia internasional kepada pengertian yang salah tentang peristiwa yang terjadi di Suriah. "Saat ini baik [Komandan Pasukan PBB di Suriah Mayor Jenderal Robert] Mood ataupun orang lain yang terlibat dalam pertemuan informal sebelumnya mengatakan tidak akan menyalahkan Suriah dalam peristiwa ini," kata Jaafari.

Pemerintah Suriah juga membantah keterlibatan mereka dalam peristiwa di Houla dan mengatakan bahwa tank mereka tidak berada disekitar lokasi kejadian saat peristiwa pembunuhan itu terjadi. Mereka mengatakan peristiwa ini dilakukan oleh kelompok teroris.

Sejauh ini Komandan misi PBB di Suriah Mayor Jenderal Robert Mood mengatakan pembantaian pasukan penyerang menggunakan senjata berbagai ukuran, senapan mesin hingga tank. Namun dia tidak menyatakan dugaannya terkait pasukan yang menyerang kota Houla.

Sementara kelompok Oposisi Suriah mengatakan serangan ke kawasan Houla dilakukan oleh militer negara itu sesaat setelah melakukan aksi demonstrasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X