Israel Terima Kapal Selam Ke-4 Berkemampuan Nuklir

Kompas.com - 04/05/2012, 11:09 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

TEL AVIV, KOMPAS.com — Israel menerima kapal selam keempat yang dipesan dari Jerman. Serah terima kapal selam kelas Dolphin yang mampu membawa hulu ledak nuklir ini dilakukan di kota Kiel, Jerman, Kamis (3/5/2012).

Kapal yang diberi nama Tanin (berarti buaya dalam bahasa Ibrani) ini dijadwalkan mulai dioperasikan pada 2013 setelah semua uji coba selesai dilakukan. Proyek pembelian kapal tersebut menjadi salah satu proyek pengadaan senjata paling mahal dalam sejarah Israel, dengan biaya satu kapal diperkirakan mencapai 500 juta dollar AS (Rp 4,6 triliun). Pemerintah Jerman menyubsidi sepertiga dari harga tersebut.

"Angkatan laut dan armada kapal selam ini memberikan kemampuan deterrent, perlindungan, dan strategis bagi angkatan bersenjata Israel dan negara Israel," ungkap Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak saat upacara serah terima, seperti dikabarkan kantor berita RIA Novosti.

Dengan kedatangan Tanin, Israel sudah memiliki empat kapal selam kelas Dolphin, kapal selam bertenaga konvensional yang dikembangkan dari kapal selam kelas 209 Jerman. Kapal selam tersebut dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan Israel, ditambah kemampuan meluncurkan rudal jelajah (SLCM) yang bisa membawa hulu ledak konvensional ataupun hulu ledak nuklir seberat 200 kilogram.

Kapal selam kelima saat ini sedang dalam tahap penyelesaian dan dijadwalkan dioperasikan menyusul Tanin pada 2014. Dua bulan lalu, Israel dan Jerman juga menandatangani perjanjian pembelian kapal selam keenam, yang akan selesai pada 2017.

Selain menambah armada kapal selamnya, Israel juga dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan menambah empat lagi kapal perang permukaan tipe korvet. Majalah pertahanan Jane's Defence Weekly menyebutkan, AL Israel sedang mencari kapal korvet yang jauh lebih besar daripada kapal kelas Saar 5 miliknya saat ini.

Kapal-kapal baru ini disyaratkan bisa mengakomodasi radar terbaru, helikopter S-70 Seahawk, dan sistem peluncuran rudal vertikal Mk 41 yang mampu menembakkan rudal-rudal pertahanan udara jarak jauh atau rudal permukaan-ke-permukaan. Besar kemungkinan Israel akan menyewa biro desain kapal dari AS, kemudian membangun sendiri kapal-kapal korvet itu, atau memesannya ke galangan kapal Korea Selatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penguatan angkatan laut Israel ini dikabarkan terkait ambisinya memperluas operasi pengeboran minyak lepas pantai.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X