Saleh Lengser, Hadi Resmi Pimpin Yaman

Kompas.com - 28/02/2012, 03:59 WIB
EditorLaksono Hari W

SANAA, KOMPAS.com - Ali Abdullah Saleh secara resmi mengundurkan diri sebagai Presiden Yaman setelah berkuasa 33 tahun. Jabatan itu ia serahkan kepada wakilnya, Abdrabuh Mansur Hadi, Senin (27/2/2012).

"Saya menyerahkan bendera revolusi... ke tangan yang aman," kata Saleh pada acara serah-terima jabatan presiden di istana presiden di Sanaa, ibu kota Yaman.

Saleh adalah pemimpin kawakan keempat di Arab yang jatuh dalam waktu hanya setahun, setelah jatuhnya kepemimpinan kepala negara di Tunisia, Mesir, dan Libya. Kini Hadi akan memimpin pemerintah sementara selama dua tahun sesuai dengan perjanjian peralihan yang ditengahi negara-negara Teluk yang ditandatangani Saleh pada November 2011.

Dalam pernyataannya, Hadi memperingatkan bahwa Yaman belum keluar dari masa-masa tahun pergolakan politik yang telah melumpuhkan ekonomi dan membuat negara itu tidak aman. Ia juga meminta rakyat bekerja sama dengan pemerintah baru untuk mengatasi krisis. Ia berharap pada akhir masa tugasnya, Yaman telah mencapai tahap peralihan kekuasaan yang damai.

"Saya berharap kita akan bertemu di ruangan ini lagi... untuk mengucapkan salam perpisahan dan menyambut kedatangan pemimpin baru. Saya berharap dalam waktu dua tahun, saya akan berdiri di tempat Presiden Ali Abdullah Saleh dan seorang presiden baru berdiri di tempat saya," kata Hadi.

Hadi diambil sumpahnya di parlemen pada Sabtu (25/2/2012). Dalam pidato pertamanya sebagai pemimpin baru, ia berjanji menumpas Al-Qaeda dan memulihkan keamanan di negaranya yang miskin.

Sebagai satu-satunya calon dalam pemilihan Presiden Yaman pada Selasa (21/2/2011), Hadi memperoleh 99,8 persen suara sah dari 6.635.192 pemilih atau 66 persen dari 10.243.364 warga pemegang hak pilih. Berdasarkan perjanjian Teluk, Hadi menjadi satu-satunya calon dalam pemilihan tersebut dan masa jabatannya telah ditetapkan selama dua tahun masa peralihan.

Waktu itu Saleh (69) berada di AS untuk perawatan medis akibat cedera dalam serangan bom di istananya di Sanaa pada Juni tahun lalu. Ia kembali ke Yaman untuk mengikuti acara serah-terima kekuasaan tersebut.

Yaman dilanda pergolakan yang menewaskan ratusan orang sejak demonstran menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh pada akhir Januari 2011.
Atas desakan rakyat, Saleh yang telah memimpin Yaman selama 33 tahun menandatangani perjanjian penyerahan kekuasaan yang dimediasi oleh negara-negara Teluk di Riyadh pada 23 November 2011. Perjanjian itu meliputi menyerahkan kekuasaan dari Saleh kepada wakilnya, Hadi. Saleh tetap menjadi presiden kehormatan sampai Februari 2012. Atas kesepakatan itu, Dewan Kerja Sama Teluk berjanji memberikan imbalan kekebalan dari tuntutan hukum kepada Saleh dan keluarganya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.