22 Tewas akibat Serangan Bom di Tengah Peziarah Syiah

Kompas.com - 06/12/2011, 00:39 WIB
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

BAGHDAD, Kompas.com — Tiga bom meledak di tengah massa peziarah Syiah yang sedang melaksanakan acara keagamaan di kota Hilla, Irak, Senin (5/12/2011). Menurut polisi dan saksi, insiden itu mengakibatkan sedikitnya 22 orang tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan mencederai lebih dari 60 orang.

Serangan-serangan itu, yang terjadi pada puncak Asyura yang memperingati kematian cucu Nabi Muhammad, Imam Hussein, menggarisbawahi rapuhnya keamanan di Irak ketika pasukan terakhir Amerika Serikat bersiap-siap menarik diri dari negara itu pada akhir tahun ini.

Dalam serangan pertama, sebuah bom mobil meledak pada akhir satu arak-arakan Syiah, menewaskan 16 orang, terutama wanita dan anak-anak, dan mencederai 45 orang, kata polisi dan saksi. Mereka menambahkan bahwa kubangan darah, sepatu, dan serpihan pakaian terlihat di jalan.

"Ledakan kuat dan mengerikan terjadi di belakang kami, asap memenuhi tempat itu," kata Hadi al-Mamouri, yang mengambil bagian dalam ritual tersebut.

"Saya hanya bisa mendengar jeritan wanita dan anak-anak, dan saya hanya bisa melihat mayat wanita dan anak-anak di jalan," tuturnya.

Serangan kedua yang melibatkan dua bom pinggir jalan menewaskan sedikitnya enam orang dan mencederai 15 orang pada pawai lain Syiah di Hilla, kata sumber-sumber kepolisian.

Serangan-serangan itu merupakan yang terakhir dari rangkaian kekerasan yang meningkat lagi di Irak dan terjadi menjelang penarikan pasukan terakhir AS. Ratusan orang tewas dalam gelombang kekerasan terakhir di Irak, termasuk sejumlah besar polisi Irak.

Menurut data resmi, sepanjang November kekerasan di Irak menewaskan 187 orang, sementara pada bulan Oktober, jumlah kematian sebanyak 258 orang. Sebanyak 185 orang Irak tewas dalam kekerasan pada September, menurut angka resmi, sementara 239 orang tewas pada Agustus.

Pada Juli, sebanyak 259 orang Irak tewas dalam serangan-serangan, angka kematian tertinggi kedua pada 2011. Juni merupakan bulan paling mematikan sepanjang tahun ini, di mana 271 orang Irak dan 14 prajurit AS tewas dalam serangan-serangan.

Sebanyak 211 orang tewas dalam kekerasan pada April, menurut data resmi, sementara pada Mei jumlah orang Irak yang tewas dalam kekerasan mencapai 177.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X