Suriah: Amnesti bagi yang Serahkan Senjata

Kompas.com - 05/11/2011, 10:20 WIB
EditorKistyarini

DAMASKUS, KOMPAS.com — Kementerian Dalam Negeri Suriah mengumumkan amnesti, Jumat (4/11/2011), bagi warganya yang menyerahkan senjata pada 12 November sebagai kelonggaran untuk menandai perayaan Idul Adha. Demikian disampaikan stasiun televisi negara dalam siaran berita.

"Kementerian Dalam Negeri telah mengundang orang-orang yang membawa senjata, yang menjualnya, mendistribusikannya, membelinya, atau membiayai pembeliannya, dan yang tidak melakukan pembunuhan, untuk menyerahkan senjata mereka ke pos-pos polisi terdekat di distrik mereka ... mulai Sabtu, 5 November, hingga 12 November," kata laporan itu.

Orang-orang yang mengindahkan permintaan itu "akan berjalan bebas ... dan menerima amnesti," ia menambahkan.

Pemerintah Suriah telah menggunakan kekuatan untuk menghancurkan demonstrasi anti-rezim hampir tiap hari sejak pertengahan Maret lalu, dan menurut perkiraan PBB, lebih dari 3.000 orang telah tewas dalam kekerasan itu.

Para demonstran pro-demokrasi bersikeras bahwa demonstrasi mereka damai, sementara pemerintah mengatakan mereka telah memerangi "kelompok teroris bersenjata".

Pengumuman amnesti itu dibuat hanya beberapa hari setelah Suriah menyetujui cetak biru perdamaian Liga Arab untuk mengakhiri pertumpahan darah, berjanji untuk menarik tank-tank dari jalanan, membebaskan tawanan, dan mengadakan pembicaraan dengan para penentang rezim.

Presiden Bashar al-Assad telah dua kali menawarkan amnesti umum sejak konflik meletus, yang pertama kali pada 31 Mei, bagi semua tawanan politik, termasuk Ikhwanul Muslimin atau Persaudaraan Muslim, sebuah kelompok yang dilarang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Juni lalu, Bashar al-Assad mengeluarkan dekrit kedua yang "memberi amnesti umum bagi kejahatan yang dilakukan sebelum 20 Juni 2011." Demikian menurut kantor berita milik negara, SANA, dalam laporannya pada waktu itu.

Stasiun televisi negara dan SANA melaporkan, Jumat (4/11/2011), bahwa amnesti terakhir itu dibuat saat umat Islam bersiap merayakan hari raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu (6/11/2011).

Media pemerintah menyatakan, amnesti diberikan bertepatan pada Idul Adha sebagai upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum, serta demi orang-orang yang telah teperdaya dan membawa senjata.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.