Jenazah Khadafy Dipamerkan di Mal

Kompas.com - 22/10/2011, 18:17 WIB
EditorKistyarini

TRIPOLI, KOMPAS.com — Pemerintah transisi Libya menunda pemakaman Moammar Khadafy hingga penyelidikan atas kematiannya rampung serta kepastian lokasi makamnya diputuskan, ungkap pejabat Dewan Transisi Nasional (NTC), Jumat (21/10/2011).

Sebelumnya, pihak NTC mengatakan, Khadafy akan dimakamkan dengan tata cara Islam,  Jumat ini. Sementara itu, badan hak asasi manusia PBB mendesak dilakukannya penyelidikan atas penyebab kematian mantan pemimpin Libya itu.

"Kami percaya diperlukan penyelidikan (atas kematian Khadafy). Banyak hal yang harus dipastikan, apakah dia tewas dalam pertempuran atau dieksekusi setelah ditangkap," kata Rupert Colville, juru bicara Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Jumat (21/10/2011).

"Dua video ponsel yang muncul, yang satu menunjukkan dia masih hidup dan yang satunya sudah meninggal diambil berbarengan sangat mengganggu," kata Colville.

Saat ini muncul rumor tentang pertentangan antara NTC dan petempur di Misrata soal lokasi makam Khadafy. "Mereka tidak sepakat soal lokasi makam," kata seorang pejabat NTC yang menolak namanya disebut.

"Menurut aturan Islam, jenazah harus dimakamkan secepat mungkin, tetapi mereka harus mencapai kesepakatan apakah dia dimakamkan di Misrata, Sirte, atau di tempat lain," lanjutnya.

Kesimpangsiuran itu menyebabkan nasib jenazah Khadafy sangat mengenaskan. Jasad mantan orang kuat, yang pernah memimpin Libya selama 42 tahun, itu menjadi tontonan warga Misrata, kota yang paling menderita selama pemerintahannya.

Di kota itu, jenazah Khadafy dengan bercak darah di sana-sini, diletakkan di ruang pendingin di sebuah pusat perbelanjaan. Warga mengantre untuk melihatnya dan tak sedikit yang mengambil kesempatan untuk memotretnya.

Khadafy tewas setelah tertangkap di Sirte pada Kamis (20/10/2011). Penyebab kematiannya hingga kini belum jelas. Pihak NTC mengatakan, Khadafy tewas dalam baku tembak yang terjadi setelah penangkapannya.

Di pihak lain, para petempur di Sirte mengklaim seorang remaja 18 tahun bernama Ahmad Shebani merebut pistol emas Khadafy lalu menembaknya di kepala dan perut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.