Korsel Hentikan Bantuan ke Korut

Kompas.com - 04/10/2011, 15:33 WIB
EditorKistyarini

SEOUL, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan menghentikan upaya pengiriman bantuan pangan ke Korea Utara, Selasa (4/10/2011).

Penghentian itu dilakukan karena Pyongyang tidak merespons tawaran Seoul setelah terjadi ketidaksepakatan tentang jenis bantuan yang akan dikirim.

Di tengah tegangnya hubungan kedua negara, pada Agustus lalu Seoul menawarkan bantuan sebesar 5 miliar won kepada Pyongyang setelah puluhan orang tewas atau terluka akibat hujan badai yang menghantam Korut selama bulan Juni dan Juli.

Bantuan yang ditawarkan Korsel adalah selimut, obat-obatan, mi instan dan makanan bergizi untuk anak-anak. Namun Korut meminta beras, semen, dan peralatan untuk rekonstruksi.

Korsel enggan mengirim beras karena khawatir bantuan itu akan dibelokkan ke militer.

"Diputuskan untuk mengakhiri upaya (pengiriman bantuan) karena tidak ada respons dari (Korea) Utara," ucap juru bicara kementerian unifikasi Korsel, yang bertanggung jawab untuk mengurusi hubungan kedua negara.

Akibat penggundulan hutan yang sudah berlangsung puluhan tahun, Korut sangat rentan banjir. Media pemerintah melaporkan banjir itu menyebabkan puluhan orang tewas, ribuan kehilangan rumah, dan tanah pertanian terendam air.

Tawaran bantuan dari Selatan itu merupakan yang pertama sejak militer Pyongyang menyerang sebuah pulau perbatasan pada November tahun lalu.

Ikatan lintas perbatasan kedua negara mendingin sejak Seoul menuduh Pyongyang menyerang salah satu kapal perang mereka pada Maret 2010. Pada peristiwa ini 46 pelaut Korsel tewas. Pemerintah Korut membantah tuduhan itu dengan keras.

Korut dilanda kelaparan pada 1990-an yang menyebabkan tewasnya ratusan ribu orang. Hingga kini Korut harus bersusah payah memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X