Pengebom Lockerbie Tetap di Tripoli

Kompas.com - 29/08/2011, 04:51 WIB
EditorJosephus Primus

TRIPOLI, KOMPAS.com — Libya tidak akan mengekstradisi Abdel Basset al-Megrahi, terpidana dalam pengeboman pesawat terbang di Lockerbie pada 1988, kata seorang menteri kelompok pemberontak Dewan Transisi Nasional (NTC), Minggu (28/8/2011). "Kami tidak akan menyerahkan warga negara Libya kepada Barat," kata Mohammed al-Alagi, Menteri Kehakiman NTC, kepada wartawan di Tripoli.       

NTC adalah pemerintah de facto gerakan oposisi Libya dan telah diakui sebagai pemerintah sah Libya oleh banyak negara. "Al-Megrahi sudah pernah diadili dan tidak akan diadili lagi... Kami tidak menyerahkan warga negara Libya. (Moammar) Khadafy melakukan hal itu," kata Alagi.       

Megrahi, yang telah dinyatakan mengidap penyakit kanker, menjalani hukuman delapan tahun di sebuah penjara Skotlandia karena mendalangi pengeboman pesawat terbang Pan Am di atas kota Lockerbie Skotlandia pada 1988, yang menewaskan 270 orang. Ia dibebaskan pada 2009 atas dasar kemanusiaan setelah dokter memvonis hidupnya tinggal beberapa bulan.       

Pembebasan Megrahi itu membuat marah politikus di AS, tempat dari banyak korban pengeboman tersebut berasal. Perdana Menteri Inggris David Cameron kemudian menyatakan, keputusan menteri kehakiman Skotlandia itu merupakan kesalahan.       

Inggris tidak berkomentar secara langsung mengenai pernyataan pihak oposisi Libya itu pada Minggu. "Perdana menteri telah menegaskan bahwa keputusan Pemerintah Skotlandia membebaskan Al-Megrahi adalah kesalahan," kata seorang juru bicara kementerian luar negeri Inggris.       

"NTC telah berkomitmen untuk bekerja sama sepenuhnya dalam mengatasi permasalahan hukum penting sejak awal, sesuatu yang diulanginya lagi saat kunjungan ketua (NTC) Abdul-Jalil ke Inggris pada 12 Mei," katanya.       

Tayangan televisi yang menunjukkan Megrahi mendapat sambutan bak pahlawan setelah pembebasannya di Tripoli membuat marah keluarga korban pengeboman Lockerbie. Salah seorang tetangga Megrahi di Tripoli mengatakan, ia dibawa oleh pengawal keamanan pekan lalu ketika ibu kota Libya itu jatuh ke tangan oposisi yang memerangi pasukan Moammar Khadafy. Keberadaan Megrahi pada hari Minggu tidak diketahui.       

Jatuhnya Khadafy mendorong harapan di sejumlah negara Barat bahwa para pemimpin baru Libya bisa dibujuk untuk mengekstradisi terpidana itu. Namun, hal itu tidak akan populer secara politis di Libya, tempat Megrahi dianggap oleh kalangan luas sebagai orang yang tidak bersalah dan menjadi korban permainan politik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.