Mesir Tarik Duta Besarnya dari Israel

Kompas.com - 21/08/2011, 02:18 WIB
Editor

Kairo, Sabtu - Mesir segera menarik duta besarnya dari Israel menyusul aksi protes atas kematian setidaknya tiga tentara Mesir dalam kontak senjata antara tentara Israel dan kelompok militan Palestina.

Keputusan tersebut dikemukakan di Kairo, Sabtu (20/8). Penarikan duta besar tersebut semakin membuat hubungan kedua negara tegang. Dengan rencana tersebut, traktat perdamaian yang disepakati pada 1979 juga mendapatkan ujian semenjak kejatuhan Pemimpin Mesir Hosni Mubarak.

Pemerintah interim (sementara) Mesir menuduh Israel melanggar traktat karena serangannya menewaskan tentara Mesir di Semenanjung Sinai. Mesir juga menuntut agar Israel minta maaf seraya menyatakan bahwa duta besar akan ditarik hingga Israel menyelesaikan penyelidikan tentang penyebab kematian tersebut. Ketiga tentara tersebut terbunuh karena serangan udara Israel.

Juru bicara Menteri Luar Negeri Israel, Yigal Palmor, menyatakan, Pemerintah Israel tengah berkonsultasi tentang langkah Mesir tersebut. Para pejabat menyatakan belum menerima pemberitahuan secara resmi tentang penarikan duta besar tersebut. Sebelumnya, kabinet Mesir yang ditunjuk oleh dewan militer berkuasa setelah kejatuhan Mubarak menyatakan, mereka memanggil pulang Duta Besar Yasser Reda untuk berkonsultasi.

Hubungan kedua negara juga agak dingin sejak Mesir menjadi negara Arab pertama yang membuat perjanjian perdamaian dengan Israel pada 1979. Israel menilai Mubarak sebagai sumber stabilitas serta berkepentingan juga menghambat pengaruh Iran dan kelompok radikal Islam di kawasan, termasuk Hamas.

Beberapa partai politik mengecam serangan Israel dan menyerukan agar ada perubahan traktat perdamaian. Traktat tersebut, antara lain, mengatur tentang berapa banyak tentara Mesir yang diizinkan berada di Semenanjung Sinai.

Ikhwanul Muslimin yang merupakan kekuatan politik yang paling terorganisasi di Mesir menyatakan, kekejaman ini harus diselesaikan dengan cara yang tepat. Mereka menambahkan pula, apa yang mungkin dilakukan sebelum revolusi tidak akan ditoleransi setelah revolusi.

Pejabat-pejabat Israel menekankan, traktat perdamaian tetap stabil walaupun ada perkembangan yang buruk di kawasan. Persetujuan perdamaian tersebut berintikan agar Israel mengembalikan Sinai yang dicaploknya, dan sebagai balasan, Mesir sepakat memenuhi beberapa pembatasan tentara yang ditempatkan di Sinai.

”Tidak ada maksud untuk membahayakan pasukan keamanan Mesir,” ujar Amor Gilad, seorang pejabat di Kementerian Pertahanan Israel. ”Pertanyaannya, apa sebenarnya yang terjadi di lapangan, dan apa itu, sedang diinvestigasi,” katanya.

Serangan di perbatasan meningkatkan kekhawatiran tentang Semenanjung Sinai utara yang tampak semakin tidak terkendali. Kawasan tersebut sering kali digunakan sebagai basis penyerangan ke Israel oleh militan Palestina.

 Pekan lalu, Mesir memindahkan ribuan tentara ke Semenanjung Sinai sebagai bagian dari operasi besar melawan Al Qaeda. Kelompok ini semakin aktif setelah Mubarak turun. Seorang pejabat keamanan menyatakan, ada 22 anggota kelompok militan yang ditangkap. (AP/joe)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.